Home » Peminat Sekolah Rakyat Pati Jenjang SD Minim, DPRD Soroti Kurangnya Sosialisasi ke Masyarakat
IMG-20260710-WA0014

Mensos Saifullah Yusuf saat berkunjung di Sekolah Rakyat Pati. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Peminat pelajar jenjang sekolah dasar untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Pati sangat minim. Hingga saat ini, murid yang terdaftar hanya 32 orang dari kuota sebanyak 90 orang.

 

Data tersebut diungkapkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pati per tanggal 3 Juli 2026 lalu. Dengan kondisi itu memperlihatkan bahwa kuota siswa tingkat SD belum terpenuhi.

 

Belum tercukupinya kuota jumlah siswa tersebut direspon DPRD Pati. Pihak DPRD setempat segera berkomunikasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana untuk mencari jalan keluarnya.

 

Jumlah siswa jenjang SMP dan SMA di Sekolah Rakyat Pati telah memenuhi kuota. (kanalmuria)

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo mengatakan, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan dinas terkait guna mencarikan solusi.

 

“Kami nanti segera berkomunikasi dengan dinas terkait dan kami akan mencarikan solusi,” ujar Teguh Bandang Waluyo, Ketua Komisi D DPRD Pati.

 

Teguh Bandang Waluyo menyebut bahwa belum terpenuhi kuota jenjang SD di Sekolah Rakyat, karena kurangnya informasi di tingkat masyarakat bawah.

 

Baca Juga: Oknum Polisi Polres Tegal Kota Dipecat, Aiptu Nuridin Terbukti Aniaya Istri Siri dan Gunakan Sabu

 

“Karena (Sosialisasi Sekolah Rakyat) mungkin kurang informasi sampai ke bawah. Karena kan belum tentu orang yang tidak punya itu punya sosial media,” terang Teguh.

 

Teguh Bandang mengakui bahwa diperlukan sosialisasi hingga ke masyarakat bawah. Sosialiasi ini membutuhkan peran camat, kepala desa dan tokoh masyarakat.

 

Meski belum terpenuhi, kata Bandang, pihaknya memastikan bahwa Sekolah Rakyat betul-betul diperuntukkan kepada keluarga yang kurang mampu.

 

“Kami sudah memantau mendapatkan laporan dari dinas terkait dalam rapat kerja kemarin, dan memang betul-betul (Sekolah Rakyat) orang-orang tidak mampu,” tukas Bandang.

 

Munculnya dugaan alasan umur calon siswa hingga berpengaruh terhadap belum terpenuhinya kuota tingkat SD, Bandang segera membahas dan berkoordinasi dengan dinas terkait.

 

“Nanti kami tanyakan ke pihak terkait dan berkomunikasi dengan Dinas Sosial terkait hal ini, kami segera komunikasikan supaya terpenuhi kuotanya,” imbuhnya.

 

Sebelumnya, pihak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pati telah melakukan penjangkauan pemenuhan kuota jenjang SD sejak dibukanya pendaftaran Sekolah Rakyat.

 

Baca Juga: Waspada Potensi Kebakaran, Polisi Perketat Pengawasan Perbaikan Kapal di Sungai Silugonggo Pati

 

Dalam proses itu, pihak dinas setempat telah mempertimbangkan syarat peruntukan Sekolah Rakyat Kabupaten Pati.

 

“Sementara penjangkauan sudah dilaksanakan. Namun jika dalam perjalanan ada temuan lagi, kemungkinan bisa diakomodir jika sesuai syarat ketentuan,” ujar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pati, Aviani Tritanti Venusia.

 

Kehadiran Sekolah Rakyat diprioritaskan kepada masyarakat Kabupaten Pati yang memiliki kriteria Desil 1 dan 2. Namun tidak menutup kemungkinan juga membuka peluang untuk warga desil di atasnya lagi.

 

Sedangkan untuk masing masing kouta Sekolah Rakyat Kabupaten Pati jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi, yakni memiliki kuota 90 siswa.

 

Keberadaan Sekolah Rakyat di Pati untuk sementara menempati di Sentra Margo Laras di Kecamatan Margorejo Pati. Dalam waktu dekat yakni akhir Juli 2026, segera menempati bangunan permanen di Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu. (pra)