
Silaturahmi Forkopimda Pati wujudkan kondusifitas Kabupaten Pati (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati- Reaktivasi jalur kereta api Pantura yang menghubungkan Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Tubannhingga Lamongan, hingga saat ini masih menunggu arahan pemerintah pusat.
Meski telah berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), reaktifasi jalur kereta api hingga kini belum ada komunikasi lanjutan dari Kementerian Perhubungan mengenai pelaksanaan fisiknya.
Kabar tersebut diungkapkan PLT Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri Silaturahmi Forkopimda Pati di Brotherhood Pati.
“Kalau proyek ini terealisasi, manfaatnya sangat besar. Biaya logistik industri akan lebih efisien, konektivitas wilayah Pantura semakin kuat, dan beban jalan nasional akibat kendaraan berat dapat berkurang,” ujar Chandra.
Di sektor pariwisata, Chandra mengungkapkan bahwa kebijakan outing class lokal mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, kata Chandra, jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Pati telah mencapai 552.717 orang, dengan lonjakan tertinggi terjadi saat libur sekolah pada Juni.
“Pemberdayaan ekonomi lokal kami tingkatkan melalui wisata lokal. Monitoring ini juga untuk mendukung pelaksanaan outing class anak-anak TK, SD, dan SMP karena kami telah menerbitkan surat edaran agar kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Pati,” tegas Chandra.
Selain itu, Pemkab Pati terus memperkuat sektor ekonomi kreatif. Yakni melalui gagasan pembentukan Komite Ekonomi Kreatif dan ide penyelenggaraan festival bulanan.
“Berkolaborasi dengan perguruan tinggi, serta pengembangan ekosistem digital bagi pelaku usaha kreatif,” terangnya.
Chandra menyebut bahwa langkah tersebut juga didukung penyelenggaraan Pati Innovation Awards 2026 untuk mendorong lahirnya inovasi di bidang industri kreatif dan teknologi informasi.
Di bawah kepemimpinanya, Chandra terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mempercepat berbagai program strategis daerah.
Menurut Chandra, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pati saat ini tetap aman, stabil dan terkendali. Hal itu berkat sinergi yang kuat antara Pemkab Pati, Polresta Pati, Kodim 0718/Pati, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat.
“Kalau kemarin-kemarin sempat ada demo itu wajar. Menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Selama aspirasi itu disampaikan dengan baik dan benar-benar mewakili kepentingan masyarakat, tentu akan kami perjuangkan, ” tambah Chandra.
Ia mencontohkan saat nelayan Kabupaten Pati menyampaikan aspirasinya, pemkab membantu mengomunikasikan kepada pemerintah pusat dan tuntutannya dikabulkan. (pra)






