
Kanalmuria.com, PATI – Musim giling di Pabrik Gula (PG) Trangkil kembali memunculkan persoalan klasik. Antrean panjang truk pengangkut tebu yang mengular, hingga memakan badan jalan dikeluhkan warga.
Kondisi itu menyebabkan kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan di sekitar kawasan pabrik. Parahnya lagi, penerangan jalan umum di kawasan tersebut juga minim.
Kondisi lalu lintas di sekitar emplasemen PG Trangkil kini dinilai semakin semrawut. Warga Trangkil menilai pengaturan arus kendaraan angkutan tebu belum berjalan optimal.
Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Pati Sepi Pimpinan OPD, Anggota Dewan Soroti Etika Birokrasi
Panjangnya antrean truk yang menunggu giliran untuk menyetorkan muatan tebu ke PG Trangkil, kerap mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan truk-truk bermuatan tebu berbaris panjang hingga memakan sebagian badan jalan.
Dampak antrean truk tidak hanya dirasakan pengguna jalan, tetapi juga para pelaku usaha di sekitar pabrik gula setempat. Sejumlah pertokoan tertutup badan truk, sehingga pembeli kesulitan mengakses lokasi usaha.
“Kalau hujan tambah parah. Jalan jadi seperti kubangan lumpur, licin dan berbahaya. Truk berhenti berjam-jam menutup toko. Pembeli jadi malas datang,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga pun mempertanyakan langkah antisipasi manajemen PG Trangkil dalam menghadapi lonjakan kendaraan selama musim giling.
Menurut mereka, persoalan serupa terus berulang hampir setiap tahun. Namun hingga saat ini belum ada solusi yang mampu mengurai kemacetan maupun meminimalkan dampaknya bagi masyarakat sekitar.
Sorotan juga diarahkan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Pati dan Satlantas Polresta Pati.
Warga berharap pemerintah bersama aparat kepolisian, segera mengambil langkah konkret. Yakni melalui rekayasa lalu lintas, pengaturan sistem antrean, penyediaan kantong parkir bagi truk tebu, hingga penertiban kendaraan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
Masyarakat berharap penanganan persoalan ini menjadi perhatian serius, sehingga keselamatan pengguna jalan tetap terjamin dan roda perekonomian warga di sekitar kawasan pabrik tidak terus terdampak setiap musim giling berlangsung.
Menanggapi keluhan tersebut, Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, mengatakan pihaknya akan segera meneruskan laporan kepada Satuan Lalu Lintas Polresta Pati. (krp)






