Home » Puluhan Pengusaha Kepincut Berinvestasi, Luthfi : Investasi di Jateng Tidak Akan Rugi
IMG-20260621-WA0006

Investasi pabrik motor listrik yang berada di Jateng. (doc/kanalmuria)

Kanal muria.com, Semarang- Potensi wilayah Jawa Tengah kembali menjadi bidikan investasi nasional. Puluhan pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia, menjajaki peluang kerja sama bisnis di Jawa Tengah.

 

Kabar gembira itu terungkap saat kunjungan “Disway Explore Business with Dahlan Iskan Central Java Series”. Agenda ini digelar di Gradhika Bhakti Praja, Semarang,18 Juni 2026.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, Jawa Tengah terus menunjukkan daya tarik kuat bagi investor. Yakni dari sisi infrastruktur, kepastian usaha, maupun ketersediaan kawasan industri.

 

Founder Disway Dahlan Iskan bertemu dengan Gubernur Jateng. (doc/kanalmuria)

 

“Terima kasih bahwa seluruh pengusaha sudah datang ke tempat kita (Jateng) untuk melakukan studi komparatif, termasuk melihat apakah pengembangan investasi di Jawa Tengah akan menarik,” ujar Luthfi saat menjamu rombongan pengusaha tersebut.

 

Berdasarkan data tahun 2025, kata Luthfi, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 110,02 triliun. Sementara pada triwulan I 2026, investasi telah menembus sekitar Rp 23 triliun. Kemudian ditambah rencana pengembangan industri kendaraan listrik terintegrasi di Kendal senilai sekitar Rp 15 triliun.

 

Luthfi juga memaparkan, Jawa Tengah kini memiliki sejumlah kawasan industri strategis. Meliputi KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal, serta kawasan industri di Semarang, Demak, dan Brebes.

 

Lutfi paparkan capaian investasi di Jawa Tengah. (doc/kanalmuria)

 

“Saat ini, sedikitnya 12 daerah juga tengah mengusulkan pengembangan kawasan industri maupun kawasan ekonomi baru,, ” paparnya.

 

Di sisi lain, aktivitas ekonomi daerah turut ditopang oleh 4,93 juta unit usaha yang tersebar di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 56.286 merupakan usaha besar dan menengah. Kemudian sekitar 4,8 juta lainnya merupakan UMKM yang sebagian telah menembus pasar ekspor.

 

“Saya sudah sampaikan, Jawa Tengah ini menarik. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah akan rugi,” tegas Luthfi.

 

Dalam kesempatan yang sama, tokoh pers nasional Dahlan Iskan yang mendampingi rombongan pengusaha menilai, Jawa Tengah kini telah mengalami transformasi signifikan.

 

Menurut Dahlan Iskan, infrastruktur yang semakin baik telah mengubah peta persepsi investor terhadap provinsi tersebut.

 

Ia mencontohkan perkembangan kawasan industri di sepanjang Pantai Utara Jawa yang kini tumbuh pesat. Dahlan juga menyebut, jika dulu Jawa Tengah dianggap kurang menarik akibat keterbatasan infrastruktur, kini kondisi tersebut telah berbalik.

 

“Sekarang Jawa Tengah nyedot dari Barat dan nyedot dari Timur. Itu juga karena Gubernurnya,” terang Dahlan Iskan yang juga Founder Disaat.

 

Dalam rangkaian kunjungan, para pengusaha juga meninjau sejumlah perusahaan di Jawa Tengah. Meliputi Halo BCA di Semarang, pabrik mebel berorientasi ekspor, serta pabrik Polytron yang sedang mengembangkan produksi sepeda motor listrik.

 

Agenda berikutnya, rombongan dijadwalkan mengunjungi PT Sido Muncul Semarang. Rombongan ingin memperluas wawasan mengenai pengembangan industri berbasis inovasi dan pasar global. (pra)