
Mendikdasmen Abdul Mu’ti membedah peluang belajar di luar negeri. (Kanalmuria)
Kanalmuria.com, Tangerang- Kalangan mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi di Indonesia, harus bisa memanfaatkan berbagai peluang belajar di luar negeri. Hal itu sebagai upaya meningkatkan kapasitas diri dan membangun jejaring global.
Ajakan itu dilontarkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat menjadi narasumber dalam Seminar Membedah Peluang Belajar di Luar Negeri dan Meraih Beasiswa Internasional yang diselenggarakan di Tangerang.
“Kesempatan untuk belajar maupun memperoleh beasiswa internasional, terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki kesungguhan dalam menekuni bidang ilmu tertentu, ” ujar Abdul Mu’ti pada Sabtu (20/6/2026).

Mendikdasmen menegaskan, kunci utama meraih kesempatan belajar di luar negeri adalah komitmen dan keseriusan dalam mengembangkan kompetensi akademik.
Menurut Abdul Mu’ti, berbagai jalur belajar di luar negeri dapat ditempuh. Mulai dari program pertukaran pelajar, kursus jangka pendek, hingga program riset dan penulisan ilmiah yang didukung berbagai lembaga pendanaan.
“Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen,” terang Mendikdasmen.
Manfaat Beasiswa Internasional
Menurutnya, pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik saja. Namun juga membantu membangun pola pikir dan karakter yang lebih kuat.
“Karena itu, minat untuk melanjutkan studi ke luar negeri perlu disertai perencanaan yang matang dan kemampuan untuk menjaga motivasi ketika menghadapi berbagai tantangan.” tukasnya.
Salah satu manfaat utama belajar di luar negeri, kata Mu’ti, adalah pengalaman berada dalam atmosfer akademik yang mendorong pengembangan kemampuan berpikir.
Di banyak perguruan tinggi internasional, kata Muti, hubungan antara dosen dan mahasiswa juga dibangun melalui proses pendampingan yang lebih intensif. Karena itu, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik.
“Atmosfer akademik yang kuat membuat pengalaman belajar menjadi sangat bermakna. Kemampuan berpikir logis dan kritis dibangun melalui budaya akademik yang tumbuh dengan baik,” tuturnya.
Selain aspek akademik, pengalaman tinggal dan belajar di negara lain juga memberikan kesempatan untuk memahami budaya yang berbeda.
“Melalui pengalaman tersebut, peserta didik dapat mempelajari nilai-nilai kedisiplinan. Selain itu, penghormatan terhadap sesama, ketertiban di ruang publik, serta berbagai praktik baik yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat, ” paparnya.
Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya jejaring internasional yang terbentuk selama menempuh pendidikan di luar negeri.
Mu’ti menyebut, Interaksi dengan mahasiswa, akademisi dan profesional dari berbagai negara, dapat membuka peluang kolaborasi dan memperluas perspektif menghadapi tantangan global.
“Kesempatan-kesempatan itu selalu ada. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang sungguh-sungguh, memiliki komitmen untuk terus maju, dan mampu membangun jejaring yang luas,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Desri Arwen, menyampaikan, bahwa menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, kata Desri, berbagai peluang pendidikan, termasuk kesempatan belajar di luar negeri perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.(pra)






