
Bekerja di atas kapal ikan membutuhkan mental dan kesehatan yang prima (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati- Puluhan taruna dari sebuah SMK Pelayaran asal Nusa Tenggara Barat (NTB), digembleng pembekalan kesiapan mental maupun kemampuan dasar mereka sebelum menghadapi kondisi kerja di laut.
Kedatangan puluhan taruna di Mako Satpolairud Polresta Pati tersebut, berasal dari SMK Negeri Keruak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di kapal penangkap ikan selama enam bulan.
Pembekalan awal dilakukan aparat Satpolairud Polresta Pati di Rumah Makan Silir, Desa Ngerang, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Gemblengan wawasan dan ketrampilan itu, sebelum mereka berlayar dan bekerja di kapal penangkap ikan yang berpangkalan di dermaga Juwana.
Sesuai rencana, puluhan taruna berlayar di Perairan Aru yang berada di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718.
Para taruna ini digembleng oleh Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan, Kanit Gakkum Satpolairud Iptu Tamyis dan PS Kanit Patroli Satpolairud Ipda Sunardi.
Baca Juga: Literasi Rupiah Masuk Kurikulum SD dan SMP, Bank Indonesia Siapkan Pelatihan Guru di Pati
Selain itu, pimpinan CV Bintang Cahaya Samudra (BCS) Muh Samsul Huda, guru pendamping, serta seluruh peserta PKL. Materi berupa penguatan mental, keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Selain itu, materi standar operasional prosedur (SOP) bekerja di atas kapal, kedisiplinan, jiwa korsa, hingga motivasi sebelum menjalani praktik di laut.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan pembekalan tersebut penting untuk membentuk kesiapan mental maupun kemampuan dasar para taruna sebelum menghadapi kondisi kerja di laut.
“Praktek Kerja Lapangan di kapal penangkap ikan memiliki tantangan yang berbeda dengan praktik di darat,” ujar Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan.
Karena itu, kata Hendrik, para siswa harus memahami pentingnya disiplin dan keselamatan kerja. Selain itu, mampu bekerja sama sebagai satu tim selama berada di atas kapal.
Menurut Hendrik, pembinaan mental taruna menjadi salah satu bekal utama agar mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja di laut yang memiliki risiko cukup tinggi.
Baca Juga: Kesempatan Haji Kini Sangat Istimewa, Masa Tunggu Mencapai 29 Tahun bagi Warga Pati
“Kami berharap seluruh peserta menjaga nama baik sekolah, mematuhi setiap SOP di kapal, mengutamakan keselamatan, ” tandasnya Kamis (9/7/2026).
Hendrik meminta para taruna memanfaatkan kesempatan PKL untuk menambah pengalaman dan kompetensi sebagai calon tenaga kerja di bidang perikanan.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Pati Iptu Tamyis memberikan materi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hal itu sebagai dasar yang wajib dipahami seluruh peserta sebelum mulai bekerja di kapal penangkap ikan.
Sedangkan Ipda Sunardi membekali para taruna dengan pemahaman mengenai SOP di kapal. Kemudian pentingnya disiplin, jiwa korsa, serta membangun semangat melalui yel-yel penyemangat. (pra)






