Home » Masyarakat Bumi Mina Tani Tolak Provokasi dan Serukan Perdamaian
IMG-20260822-WA0008

Massa berbagai organisasi kemasyarakatandan tokoh agama berkumpul di Alun alun Pati. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati– Suasana Alun-alun Pati berubah khidmat pada Jumat (21/8/2026) malam. Massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan tokoh agama berkumpul.

 

Mereka kompak menyalakan lilin dan lampu ponsel. Selanjutnya memanjatkan doa bersama, demi menjaga Pati tetap aman, damai, kondusif. Selain itu, terhindar dari provokasi yang dapat memicu perpecahan.

 

Berbagai elemen ormas mulai memadati kawasan Alun-alun Pati sejak pukul 19.45 WIB. Mengenakan seragam identitas masing-masing, mereka hadir membawa pesan yang sama: menjaga persatuan dan kondusivitas Bumi Mina Tani di tengah sorotan publik.

 

Massa hadir membawa pesan menjaga persatuan dan kondusivitas Bumi Mina Tani. (kanalmuria)

 

Kehadiran massa dari berbagai kelompok tersebut, sekaligus memperlihatkan soliditas masyarakat Bumi Mina Tani, sebutan lain Kabupaten Pati.

 

Mereka memilih berkumpul dalam suasana damai, untuk menyuarakan pentingnya persatuan dan menolak segala bentuk provokasi.

 

Ketua Panitia, Ahmad Sulaim Habibi mengajak masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan maupun kepentingan sesaat.

 

Kehadiran massa memperlihatkan soliditas masyarakat Bumi Mina Tani. (kanalmuria)

 

“Kita bersama-sama berdoa supaya Pati tetap adem, tenteram, serta damai. Daerah kita harus kondusif dan bermartabat,” kata Habibi.

 

Suasana semakin haru, ketika peserta menyalakan lilin dan lampu ponsel secara serentak. Pendar cahaya yang memenuhi kawasan Alun-alun Pati, menjadi simbol harapan agar kedamaian dan persatuan tetap terjaga.

 

Di tengah suasana yang khidmat itu, mereka kemudian membacakan pernyataan sikap yang dipimpin Wakil Rois PCNU Kabupaten Pati, KH Abdul Majid.

 

Atas nama kepentingan masyarakat, keamanan, ketertiban, persatuan, serta kehormatan Kabupaten Pati, KH Abdul Majid membacakan sejumlah komitmen bersama.

 

Baca Juga: Sumur Mulai Mengering, Warga Gabus Pati Berburu Air Bersih di Tengah Kemarau

 

“Kami berkomitmen menjaga Kabupaten Pati supaya terus aman, damai, kondusif dan bermartabat sebagai rumah bersama seluruh warga,” ujar Majid.

 

Dalam pernyataan tersebut, massa menegaskan dukungan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin konstitusi. Namun, kebebasan tersebut dinilai harus dijalankan dengan tetap mengedepankan etika, ketertiban, dan kepentingan bersama.

 

Mereka secara tegas menolak penyampaian aspirasi yang dilakukan secara provokatif, intimidatif, anarkistis. Selain itu, menolak cara-cara yang berpotensi mengancam persatuan masyarakat.

 

“Konstitusi menjamin penyampaian pendapat, dan kami mendukung hal itu. Tapi kami menolak beragam bentuk penyampaian aspirasi yang provokatif, intimidatif, anarkistis serta tak beretika karena akan memecah persatuan rakyat,” tegas Majid.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret kepentingan kelompok atau kepentingan sesaat, yang berpotensi merusak tatanan demokrasi. Menurutnya, dialog harus dikedepankan daripada menciptakan kegaduhan.

 

“Kami di sini ingin mengajak semua elemen masyarakat memperkuat persatuan serta keutuhan NKRI. Jangan sampai ada kepentingan kelompok ataupun sesaat di atas hal itu semua,” pinta Majid.

 

Mereka kemudian kembali menegaskan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk tindakan provokatif, intimidatif, dan anarkistis. Pesan itu menjadi salah satu poin utama dalam kegiatan doa bersama yang digelar di pusat Kabupaten Pati itu.

 

KH Abdul Majid menegaskan, bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Namun, perbedaan tidak boleh dijadikan alasan untuk memecah persatuan masyarakat.

 

“Kita harus menjaga demokrasi tetap beradab,” tegasnya.

 

Selain menyerukan perdamaian, mereka juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Isu menyesatkan dinilai dapat memperkeruh keadaan, apabila langsung dipercaya dan disebarluaskan tanpa memastikan kebenarannya.

 

Ormas-ormas yang hadir juga menyatakan dukungan kepada aparat penegak hukum. Mereka berharap aparat menjalankan tugas secara profesional, adil, dan tegas dengan tetap menjunjung keamanan serta hak konstitusional masyarakat.

 

“Kami ingin warga memikirkan pembangunan daerah sendiri serta menjaga perdamaian. Karenanya, jangan mudah melihat aksi di luar daerah yang justru bisa menimbulkan perpecahan,” kata Majid.

 

Setelah seluruh rangkaian doa dan pembacaan pernyataan sikap selesai, massa membubarkan diri.

 

Kondusivitas Pati Jadi Sorotan
Sehari setelah kegiatan doa bersama tersebut, pesan mengenai pentingnya menjaga kondusivitas Pati kembali disampaikan Risma Ardhi Chandra.

 

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Hentikan Bantuan Buku, Pati Kumpulkan Ribuan Buku untuk Perpustakaan Desa

 

Pesan itu disampaikan saat menghadiri di GOR Growong Lor Sport Center Juwana, Sabtu (22/8/2026). Chandra menilai stabilitas daerah memiliki kaitan erat dengan pergerakan ekonomi masyarakat.

 

Situasi yang aman dan kondusif, menurutnya, akan memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha dan UMKM untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

 

“Kondusivitas Pati sangat berpengaruh terhadap roda ekonomi Kabupaten Pati, baik bagi pelaku usaha, UMKM, maupun upaya kita menarik investor,” kata Chandra.

 

Ia menyebut Kabupaten Pati saat ini tengah menjadi sorotan nasional. Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.

 

“Pati menjadi sorotan nasional,” ujar Chandra mewakili Pemkab Pati.

 

Pihaknya terus berupaya membuka peluang investasi dan menarik investor untuk menanamkan modal di daerah. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan kondisi daerah yang aman, stabil, dan kondusif. (pra)