Home » Siswi SMP Kanisius Pati, Anastasia Tabitha Glory, Kembangkan Limbah Kulit Singkong dan Daun Serut Jadi Salep untuk Bisul
file_00000000ff0c8207af453c7fe086c935

 

PATI — Berawal dari bahan yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah, dua siswi SMP Kanisius Pati mencoba menghadirkan gagasan penelitian yang inovatif. Anastasia Tabitha Glory bersama rekannya, Emma Patricia Sutanto, mengembangkan ekstrak kulit singkong dan daun serut menjadi formulasi salep yang diteliti untuk mengetahui potensinya terhadap bisul atau furunkel.

Penelitian tersebut menjadi bagian dari keikutsertaan keduanya dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026. Bukan sekadar mengolah bahan yang mudah ditemukan, Anastasia dan Emma mencoba menggali nilai guna dari dua bahan yang selama ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal.

Anastasia Tabitha Glory, siswi kelas IX SMP Kanisius Pati, menjadi salah satu sosok yang menonjol dalam gagasan penelitian tersebut. Bersama Emma, ia melakukan berbagai tahapan penelitian mulai dari observasi, pengumpulan bahan, penimbangan, pencampuran, hingga penyusunan formulasi salep.

Untuk mendukung proses penelitian, keduanya memanfaatkan fasilitas Laboratorium Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus. Di tempat tersebut, formulasi berbahan ekstrak kulit singkong dan daun serut dikembangkan sekaligus dipersiapkan untuk proses pengujian.

Menurut Anastasia dan Emma, salah satu tantangan dalam proses pembuatan formulasi adalah ketika mencampurkan bahan karena proses tersebut harus dilakukan dengan cepat agar formulasi dapat dipersiapkan sesuai tahapan penelitian.

Penelitian ini sendiri telah dimulai sejak April 2026. Sebelum memasuki tahap formulasi, Anastasia dan Emma terlebih dahulu melakukan observasi serta mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan, termasuk kulit singkong dan daun serut yang diperoleh dari lingkungan sekitar.

Menariknya, penelitian tersebut tidak serta-merta langsung masuk pada tahap pengujian. Ada sejumlah prosedur yang harus dilalui, termasuk proses kelayakan etik sebelum penelitian dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Gagasan Anastasia dan Emma lahir dari kepedulian terhadap potensi bahan yang ada di sekitar. Kulit singkong yang umumnya berakhir sebagai limbah serta daun serut yang belum banyak dimanfaatkan justru dipandang memiliki peluang untuk dikaji lebih jauh melalui penelitian ilmiah.

Melalui penelitian ini, Anastasia Tabitha Glory menunjukkan bahwa kreativitas dan keberanian melakukan riset dapat tumbuh sejak bangku SMP. Ia tidak hanya melihat sesuatu sebagai limbah, tetapi mencoba mencari kemungkinan baru agar bahan sederhana di lingkungan sekitar dapat memiliki nilai manfaat.

SMP Kanisius Pati sendiri bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Kudus dalam mendukung pelaksanaan penelitian tersebut.

Bagi Anastasia, penelitian ini bukan hanya tentang mengikuti kompetisi. Lebih dari itu, riset tersebut menjadi ruang untuk belajar mengamati persoalan di lingkungan sekitar, mengolah ide menjadi penelitian, serta menguji sebuah gagasan melalui proses ilmiah yang terukur.

 

 

Kanalmuria