Empat mahasiswa Universitas Safin Pati memborong empat penghargaan dalam Duta Budaya Pati 2026. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati – Gemerlap panggung Grand Final Mas dan Mbak Duta Budaya Kabupaten Pati 2026 tidak hanya menghadirkan parade busana, catwalk dan sorotan kamera saja. Di tengah atmosfer kompetisi yang sarat gaya dan kreativitas itu, perwakilan Universitas Safin Pati (USP) tampil menonjol dengan memborong empat penghargaan.
Perwakilan mahasiswa-mahasiswi USP berhasil membawa pulang sederetan prestasi. Meliputi Juara 2 Mas Duta Budaya Pati 2026, Juara 1 Best Personality, Juara 2 Best Foto Model, serta Juara 2 Best Intelegensia.
Empat mahasiswa USP tersebut adalah Bagas Aldi Putra Juara 1 Personality dan Itsna Maulida Auliya Juara 2 Intelegensia. Selain itu, Silva Novirillia Juara 2 Foto Model serta Muhammad Nauval Karim Ramdhani sebagai Juara 2 Mas Duta Budaya Pati 2026.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa panggung Duta Budaya Pati bukan sekadar arena adu penampilan. Peserta dituntut mampu membangun karakter, percaya diri di depan kamera, berkomunikasi, sekaligus menunjukkan wawasan dan kepribadian.
Kategori Best Foto Model menjadi salah satu sorotan. Di depan kamera, peserta harus mampu menghadirkan ekspresi, gestur, karakter, dan bahasa tubuh yang kuat. Setiap pose menjadi bagian dari cerita visual yang harus mampu ditangkap secara natural dan meyakinkan.
Sementara penghargaan Best Personality, menunjukkan kemampuan peserta dalam membangun pembawaan diri selama mengikuti rangkaian kompetisi. Adapun Best Intelegensia, melengkapi capaian tersebut melalui aspek wawasan dan kemampuan berpikir.

Grand Final di Stadion Joyo Kusumo
Grand Final Mas dan Mbak Duta Budaya Kabupaten Pati 2026 digelar pada Jumat malam, 2 Oktober 2026, di halaman Stadion Joyo Kusumo Pati.
Acara berlangsung mulai sekitar pukul 19.55 WIB hingga 22.23 WIB dan juga disiarkan melalui live streaming Instagram @dutabudayapati.
Sekitar 800 peserta dan penonton hadir menyaksikan malam puncak tersebut. Sejumlah unsur pemerintahan, legislatif, peradilan, pelaku seni, tokoh budaya, hingga para finalis turut meramaikan acara.
Di antaranya Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono, perwakilan Dandim 0718/Pati, Ketua Komisi D DPRD Pati Endah Sri Wahyuningati, perwakilan Pengadilan Agama Pati Aripin, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati Dwi Risma Ardhi Chandra serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati Sunarji.
Panggung semakin semarak dengan penampilan penyanyi cilik Krishna Shakti Budi Purbaya dan Groovy Drum Corps. Juga dimeriahkan live music, opening dance Sanggar Nakula Sadewa Juwana, serta rangkaian pertunjukan lainnya.
Bukan Sekadar Catwalk
Rangkaian malam final dikemas dalam sejumlah tahapan. Setelah pembukaan dan pertunjukan seni, acara berlanjut dengan penyematan predikat Ayah Mas dan Mbak Duta Budaya, pengenalan dewan juri, penampilan para finalis, hingga proses penilaian.
Para finalis kemudian menjalani tahapan last catwalk, last speech dan pengucapan janji anggota paguyuban. Dilanjutkan pengumuman Top 6, penyampaian visi dan misi hingga penentuan pemenang.
Baca Juga: Keren, Mahasiswa Universitas Safin Pati Borong Prestasi di Ajang Petanque 2026
Format tersebut membuat kompetisi berjalan lebih kompleks daripada sekadar penampilan fisik. Peserta harus mampu memadukan penampilan, komunikasi, wawasan, kepribadian, serta kemampuan membawa pesan budaya di hadapan publik.
Di balik kemeriahan panggung, grand final juga membawa pesan yang lebih luas mengenai citra daerah, kreativitas generasi muda, budaya, hingga geliat ekonomi Kabupaten Pati.
Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono mengatakan, Pemkab Pati memberikan apresiasi kepada para pelaku kreatif dan tim budaya, yang ikut menghadirkan kegiatan positif sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.
Rekso juga memaparkan mengenai komitmen investasi di Kabupaten Pati yang disebut hampir mencapai Rp12,5 triliun. Jika investasi terlaksana, maka diproyeksikan mampu membuka sekitar 30 ribu lapangan kerja.
Angka tersebut merupakan pernyataan yang disampaikan dalam sambutan acara. Realisasi investasi dan jumlah lapangan kerja yang benar-benar tercipta tetap bergantung pada pelaksanaan proyek serta perkembangan investasi di lapangan.
Perjalanan Panjang Menuju Grand Final
Perhelatan Duta Budaya Pati 2026 sebelumnya melewati sejumlah tahapan. Pendaftaran disebut dibuka hingga 20 Agustus 2026, sebelum peserta mengikuti proses seleksi hingga semifinal yang berlangsung pada 23 September 2026 di Hotel Safin Pati.
Dukungan publik juga dibuka melalui mekanisme digital, termasuk voting untuk kategori favorit melalui platform KREEN. Sementara penyelenggaraan grand final disiarkan melalui media sosial sehingga jangkauan kompetisi tidak hanya terbatas pada penonton yang hadir di lokasi.
Bagi perwakilan Universitas Safin Pati, perjalanan tersebut akhirnya berbuah empat penghargaan. Juara 2 Mas Duta Budaya Pati 2026, Best Personality, Best Foto Model dan Best Intelegensia.
Capaian ini menjadi catatan prestasi yang membawa nama kampus USP semakin dikenal di panggung budaya Pati.
Lebih dari sekadar piala, capaian itu memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat menggabungkan karakter, kecerdasan, budaya, dan kemampuan tampil di depan kamera dalam satu panggung kompetisi. (pra)
