Home » KPU Kudus Cetak Sejarah, Pilketos Serentak Pertama di Jateng Libatkan 91 SMA Sederajat
IMG-20260729-WA0007

Pemilihan Ketua Osis di Kudus tahun 2026 bakal dilakukan serentak di tingkat SMA sederajat. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Kudus– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus menginisiasi Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak tingkat SMA Tahun 2026. Program Pilketos di Kudus ini, merupakan terobosan pertama kali yang ada di wilayah Jawa Tengah.

 

Program Pilketos yang diselenggarakan serentak di satu kabupaten, selama ini belum pernah dilakukan di semua wilayah di Jateng.

 

“Program Pilketos serentak merupakan terobosan pertama yang dilakukan di Kudus, dan menjadi satu satunya daerah di Provinsi Jawa Tengah, ” ujar Ketua KPU Kudus Ahmad Amir Faisol di Pendapa Kabupaten Kudus.

 

Peluncuran program Pilketos serentak 2026 yang dilakukan KPU Kudus (kanalmuria)

 

Faisol mengatakan, Program Pilketos serentak bisa terlaksana atas dukungan pemerintah daerah setempat. Dukungan ini melalui surat edaran yang mengakomodasi seluruh sekolah untuk ikut dalam program Pilketos serentak tahun 2026.

 

Menurut Faisol, Program Pilketos memiliki sejumlah tujuan. Diantaranya meningkatkan indeks demokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Selain itu, menyiapkan pelajar yang nantinya menjadi pemilih pada Pemilu 2029.

 

Baca Juga: Manajemen Safin Pati Temui Rama Jangkar di Semarang

 

“Hal itu dimaksudkan agar pelajar khususnya di Kudus, lebih memahami proses demokrasi dan teknis penyelenggaraan pemilu,” terang Faisol pada Rabu (29/7/2026).

 

Melalui program tersebut, pihak KPU Kudus ingin menanamkan pendidikan politik yang sehat kepada siswa, termasuk menekankan pentingnya menolak politik uang.

 

Faisol menyebut bahwa pelaksanaan Pilketos dijadwalkan berlangsung pada 16 September 2026. Program ini diikuti oleh 91 sekolah tingkat SMA/sederajat.

 

“Nantinya setelah selesai, ketua OSIS terpilih akan dikukuhkan secara serentak di Pendapa Kudus melalui kolaborasi yang kita bangun bersama Pemkab Kudus,” terangnya.

 

Berdasarkan data dari KPU setempat, partisipasi pemilih muda di Kudus mengalami peningkatan dalam beberapa pemilu terakhir.

 

Karena itu, pihak KPU Kudus ingin memastikan generasi Z maupun milenial, tidak bersikap apatis terhadap pelaksanaan pemilu maupun pemilihan kepala daerah di masa mendatang.

 

Sementara itu, peluncuran program Pilketos dihadiri kepala sekolah dan perwakilan siswa dari berbagai sekolah di Kudus. Meliputi SMA, SMK, MA maupun SMA LB di kabupaten setempat.

 

Program itu diharapkan menjadi ruang dan sarana pembelajaran demokrasi bagi pelajar. Selain itu, menyiapkan pemilih pemula untuk memahami proses pemilu.

 

“Program ini merupakan langkah positif memperkenalkan proses demokrasi kepada pelajar sejak dini,” ujar Belinda Sabrina Birton.

 

Ia menyebut bahwa program tersebut merupakan miniatur pelaksanaan pemilu. Yakni mengajarkan tahapan demokrasi secara langsung.

 

“Para siswa bisa belajar bagaimana proses pemilihan berlangsung, mulai dari pembentukan panitia, pemungutan suara, sampai terpilihnya ketua OSIS, ” terang Bellinda.

 

Menurut Bellinda, pengalaman yang didapatkan dapat membangun budaya demokrasi di kalangan muda. Sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas demokrasi di Kudus.

 

Baca Juga: Jelang Penutupan PT Samwon Jepara, Penasihat Presiden Minta Hak Ribuan Buruh Dipenuhi

 

Ia berpesan agar peserta mengikuti setiap tahapan dengan baik guna memahami makna demokrasi secara utuh.

 

Melalui program yang pertama kali diluncurkan di Kudus ini, diharapkan meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu mendatang.

 

Ia juga menyebut, bahwa partisipasi pemilih di Kudus pada pemilu sebelumnya mencapai sekitar 86 persen. Harapannya pemilu berikutnya bisa meningkat.

 

“Kalau meningkat, berarti program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. (pra)