
Dinas Kesehatan Pati memperkenalkan layanan aplikasi digital Tempayan Bu Harti (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati – Tingginya angka kematian ibu saat proses persalinan di Kabupaten Pati masih menjadi perhatian serius. Tahun 2025 lalu tercatat 13 kasus dan hingga Juli tahun ini mencapai 9 kasus.
Karena itu, penurunan angka kematian ibu dan bayi merupakan prioritas daerah yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Selain itu, memerlukan penanganan yang lebih cepat dan terintegrasi.
Untuk mempercepat penurunannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menghadirkan layanan Tempayan Bu Harti atau Sistem Pemantauan dan Pelayanan Ibu Hamil Risiko Tinggi.

Kehadiran layanan kesehatan berbasis digital ini, diperkenalkan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/7). Aplikasi ini menjadi langkah memperkuat pemantauan ibu hamil berisiko tinggi melalui sistem digital.
Aplikasi Tempayan Bu Harti juga untuk meningkatan layanan kesehatan serta melalui sinergi lintas sektor.
“Melalui Tempayan Bu Harti, saya berharap seluruh pihak bersama-sama memantau ibu hamil risiko tinggi agar angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan,” ujar PLT Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Baca Juga: Manajemen Safin Pati Temui Rama Jangkar di Semarang
Ia menilai aplikasi digital ini menjadi instrumen penting dalam mendeteksi lebih dini kondisi ibu hamil berisiko tinggi. Karena itu, ia meminta seluruh tenaga kesehatan melakukan penginputan data. Yakni secara akurat dan real-time, agar setiap kondisi dapat segera ditindaklanjuti.
“Data yang akurat dan diperbarui secara real-time akan membantu pengambilan keputusan secara cepat. Dengan begitu, ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus bisa segera mendapatkan pelayanan,” tegasnya.
Selain penguatan sistem pemantauan, Chandra mengajak seluruh tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada ibu hamil beserta keluarganya.
Chandra menyebut bahwa pemanfaatan layanan digital kesehatan dan aplikasi JKN, perlu terus didorong agar masyarakat semakin mudah memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Chandra meminta agar pelayanan kesehatan harus semakin mudah dijangkau masyarakat.
Edukasi kepada ibu hamil dan keluarga harus terus diperkuat, agar mereka memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” katanya.
Chandra turut mengapresiasi inovasi pelayanan kesehatan sore dan malam di Puskesmas. Inovasi tersebut dinilai mampu memperluas akses layanan bagi masyarakat yang selama ini terkendala waktu untuk memeriksakan kesehatannya.
“Saya juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan agar terus memberikan pelayanan yang ramah, cepat, profesional, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan masyarakat. Inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tandasnya.
Baca Juga: Manajemen Safin Pati Temui Rama Jangkar di Semarang
Dalam kegiatan tersebut, disaksikan Forkopimda Pati, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Pati, para camat dan Plt Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pati.
Adapun peserta kegiatan melibatkan para bidan dan tenaga kesehatan. Kemudian perwakilan Puskesmas dan rumah sakit, perwakilan Ormas, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. (pra)






