
Potensi rumput laut di Kepulauan Karimunjawa Jepara dilirik Kementerian Kelautan dan Perikanan. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Jepara – Potensi rumput laut yang melimpah di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara dilirik oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Untuk mengembangkan potensi hasil laut itu, Pemerintah menggelontor anggaran pengembangan sebanyak 240 hektar budidaya rumput laut. Adapun bantuan KKP diberikan dua tahap penyaluran.
Bantuan tahap pertama untuk budidaya rumput laut di lahan seluas 47 hektar. Rinciannya, lahan produksi rumput laut 45 hektar dan sisanya kebun bibit.

Selain itu, juga bantuan berupa perahu panen dan perahu perawatan. Pihak KKP juga melakukan pendampingan di lapangan. Ada belasan kelompok nelayan yang menerima bantuan.
Sedang untuk tahap kedua bantuan untuk budidaya lahan seluas 193 hektar. Bantuan ini berupa benih, alat-alat menanam, alat panen dan lainnya.
Selanjutnya untuk tahun depan, KKP juga mengalokasikan bantuan berupa alat jemur rumput laut. Semua bantuan KKP sudah siap disalurkan ke kalangan petani rumput laut, namun menunggu tanda tangan pihak Balai Taman Nasional Karimunjawa.
Puluhan miliar bantuan bagi petani rumput laut Karimunjawa, terungkap saat pertemuan perwakilan Pemkab Jepara dengan Direktur Rumput Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nono Hartanto.
KKP menggelontorkan bantuan lebih dari Rp 9 miliar untuk budidaya rumput laut di perairan Kemojan, Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara.
“Kita berkomitmen membantu budidaya rumput laut di Karimunjawa. Total bantuan Rp 9 miliar lebih,” ujar Nono Hartanto.
Menurut Nono, pihak KKP juga melakukan pendampingan di lapangan. Ada belasan kelompok nelayan yang menerima bantuan yang bersumber dari APBN.
Selain Karimunjawa, Pemkab Jepara juga berupaya mengangkat budidaya rumput laut di kawasan Bondo Bangsri Jepara. Rencananya proposal untuk mengangkat potensi lokal di Bondo ini akan diajukan tahun ini. (pra)






