Home » Tancap Gas Cetak Generasi Melek AI, Polisi Bekali Pelajar Pati Senjata Digital Hadapi Era Kecerdasan Buatan
IMG-20260813-WA0041

Polresta Pati menggelar Pelatihan Paham Artificial Intelligence bagi pelajar SMA/SMK sederajat di SMA PGRI Pati. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tak lagi menjadi teknologi masa depan, namun kini telah hadir di tengah kehidupan pelajar.

 

Menyadari perubahan tersebut, Polresta Pati bergerak membekali generasi muda agar tidak sekadar mampu menggunakan AI saja. Namun mereka dituntut cerdas, kritis, beretika, dan bertanggung jawab saat memanfaatkannya.

 

Melalui Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM), Polresta Pati menggelar Pelatihan Paham Artificial Intelligence (AI). Selain itu, Sosialisasi Pengenalan Senopati Academy AI bagi siswa-siswi SMA/SMK sederajat di SMA PGRI Pati, Kamis (13/8/2026).

 

Agenda pelatihan menjadi ruang edukasi bagi para pelajar terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan. (kanalmuria)

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi para pelajar, untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Serta memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara positif dalam dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

 

Kabag SDM Polresta Pati Kompol Joko Waluyono, S.H., M.H., membuka kegiatan sekaligus memberikan pengarahan kepada para peserta.

 

Kompol Joko menegaskan, bahwa AI bukan teknologi yang harus ditakuti. Justru, generasi muda perlu memahami dan menguasainya agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

 

“AI bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi perlu dipahami dan dimanfaatkan secara tepat. Kami ingin para pelajar mengenal AI sejak dini agar dapat menggunakannya untuk hal-hal yang positif dan mendukung proses pendidikan,” ujar Kompol Joko.

 

Menurutnya, AI memiliki banyak manfaat bagi pelajar. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mencari referensi, mengembangkan gagasan, memahami materi pembelajaran hingga membantu meningkatkan kreativitas.

 

Namun, Joko mengingatkan agar kemudahan teknologi tidak membuat siswa kehilangan kemampuan berpikir mandiri.

 

“Pelajar tetap harus mengedepankan kemampuan berpikir kritis. Jangan sampai penggunaan AI membuat siswa hanya menerima informasi tanpa melakukan pengecekan dan memahami materi yang dipelajari,” jelasnya.

 

AI Belum Tentu Selalu Benar

 

Kompol Joko juga mengingatkan para siswa agar tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang dihasilkan AI. Sebab kemampuan menggunakan teknologi harus dibarengi dengan kecakapan melakukan verifikasi.

 

AI memang mampu menghasilkan jawaban dalam hitungan detik, tetapi informasi yang diberikan tetap perlu diperiksa kebenarannya.

 

“AI bisa memberikan jawaban dengan cepat, tetapi belum tentu seluruh informasi yang diberikan benar. Karena itu, biasakan melakukan verifikasi, membandingkan dengan sumber yang terpercaya, dan menggunakan akal sehat,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Nostalgia di Jalanan Jepara, Ratusan Mobil Klasik Melaju dari Pendopo hingga Pantai Kartini

 

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pelatihan, mengingat semakin luasnya penggunaan AI di kalangan pelajar.

 

Kenalkan Senopati Academy AI

 

Setelah sesi pembukaan, para Trainer AI Polresta Pati memberikan materi mengenai dasar-dasar kecerdasan buatan sekaligus memperkenalkan Senopati Academy AI kepada siswa.

 

Materi dikemas secara edukatif agar peserta tidak hanya mengetahui apa itu AI, tetapi juga memahami cara menggunakan teknologi tersebut secara tepat, produktif, dan bertanggung jawab.

 

Polresta Pati juga menempatkan aspek etika sebagai bagian penting dalam penggunaan AI.

 

Kompol Joko menegaskan, kecanggihan teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter dan tanggung jawab penggunanya.

 

“Yang paling penting adalah etika. Kemampuan menggunakan AI harus diimbangi dengan tanggung jawab. Teknologi akan memberikan manfaat besar apabila digunakan untuk tujuan yang benar dan tidak merugikan orang lain,” tegasnya.

 

Pengenalan Senopati Academy AI diharapkan tidak berhenti pada kemampuan teknis saja. Namun mampu membangun budaya belajar baru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

 

Baca Juga: Bencana Kekeringan Melanda Pegunungan Muria, BPBD Kudus Gerak Cepat Gerojok Air Bersih

 

Polresta Pati berharap para pelajar dapat menjadikan AI sebagai sarana untuk memperluas wawasan, belajar lebih efektif, menghasilkan karya, dan mengembangkan kemampuan diri.

 

“Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi, tetapi tetap memiliki karakter, disiplin, dan tanggung jawab. Jadikan AI sebagai alat untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan kemampuan,” pungkas Kompol Joko.

 

Kegiatan tersebut diikuti Kabag SDM Polresta Pati, Paursubbagbinkar Bag SDM Polresta Pati, operator Bag SDM Polresta Pati, peserta Trainer AI Polresta Pati, serta siswa-siswi SMA PGRI Pati.

 

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Pati sekaligus mengajak pelajar dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk ketika beraktivitas di ruang digital.

 

Di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan, pesan yang dibawa Polresta Pati pun menjadi semakin relevan: generasi muda tidak cukup hanya melek teknologi, tetapi juga harus melek etika, kritis terhadap informasi, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya. (pra)