Home » Bencana Kekeringan Melanda Pegunungan Muria, BPBD Kudus Gerak Cepat Gerojok Air Bersih
IMG-20260812-WA0006

BPBD Kudus bersama instansi lainnya menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. (kanalmuria)

Kanalmuria, Kudus – Meski lokasinya berada di Pegunungan Muria Kudus, bukan berarti pasukan air bersih dari sumber mata air terus mengalir. Sejumlah desa yang berada di pegunungan setempat, kini mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

 

Krisis air bersih akibat keringnya sejumlah sumber mata air di Pegunungan Muria, dialami warga Desa Colo RW 1, Kecamatan Dawe sejak Minggu (9/8/2026) lalu.

 

Dengan kondisi itu, menunjukkan bahwa bencana kekeringan makin meluas di Kabupaten Kudus. Wilayah terparah yang mengalami krisis air bersih, melanda Desa Glagahwaru di Kecamatan Undaan.

 

BPBD Kudus menempatkan tandon tandon air bersih di sejumlah desa terdampak kekeringan. (kanalmuria)

 

“Kekeringan di Kudus mulai meluas ke dua desa, yakni Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan dan Desa Colo, Kecamatan Dawe, ” ujar Kalakhar BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko, melalui Kasi Kedaruratan Ahmad Munaji.

 

Menurut Munaji, pihak BPBD Kudus telah mencatat ada sebanyak 576 kepala keluarga atau 1.620 jiwa di dua desa terdampak kekeringan.

 

Munaji mengatakan, warga Desa Glagahwaru terdampak kekeringan sejak Juli 2026. Hingga Senin (10/8/2026), sebanyak 526 KK atau 1.478 jiwa warga di sejumlah RW mengalami krisis air bersih.

 

Sedangkan kekeringan yang terjadi di wilayah Desa Colo, dirasakan warga setempat sejak 9 Agustus 2026. Dilaporkan hingga saat ini, ada 50 Kepala Keluarga atau sekitar 150 jiwa yang terdampak kekeringan, tepatnya di RT 4 RW 1 Dukuh Colo.

 

Munaji menambahkan, pemerintah bersama sejumlah instansi dan organisasi menyalurkan air ke wilayah terdampak.

 

Baca Juga: Harga Telur Disepakati Rp26.000/Kg, SPPG Pati Wajib Prioritaskan Telur Peternak Lokal

 

Ia memaparkan, Desa Glagahwaru telah mendapat bantuan sebanyak 20.000 liter air bersih pada Senin (10/8/2026). Penyaluran air bersih melalui mobil tangki BPBD Kudus, Satpol PP Kudus, BBWS Pemali Juana dan Kodim 0722 Kudus 5.000 liter.

 

Untuk pasokan bantuan di Desa Colo, BPBD Kudus telah menyiapkan satu tandon air berkapasitas 5.000 liter. Keberadaan tandon ini ditempatkan di RT 4 RW 1 untuk memenuhi kebutuhan warga.

 

Munaji menambahkan, keberadaan tandon air yang disiapkan di sejumlah titik, agar proses dropping air bersih untuk warga lebih mudah. BPBD Kudus menempatkan 10 tandon di Desa Glagahwaru. Kemudian di Desa Colo disiapkan satu tandon penampungan air.

 

Baca Juga: Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 Meledak! Budaya Jadi Motor Pariwisata dan Ekonomi UMKM

 

Pihak BPBD menegaskan, meluasnya kekeringan di wilayah Kabupaten Kudus perlu diantisipasi cepat oleh pemerintah serta dukungan berbagai pihak terkait.

 

Munaji berharap kekeringan di Kudus tidak semakin meluas ke desa-desa lainnya. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke pihak terkait, saat mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih. (pra)