Home » Pesan Menggetarkan Gus Baha di Depan Kapolri: Jangan Berbuat Baik Hanya Karena Ada Polisi
IMG-20260926-WA0011

Gus Baha bersama Kapolri Listyo Sigit saat Ngaji Kebangsaan di Rembang. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Rembang– Pesan kuat disampaikan KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di hadapan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, saat Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren LP3iA Narukan, Kragan, Rembang Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).

 

Gus Baha menegaskan, ukuran ketakwaan seseorang tidak cukup dilihat dari kepatuhannya ketika ada aparat. Kesadaran berbuat benar harus tumbuh dari keyakinan, bahwa setiap tindakan manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.

 

“Orang yang bertakwa itu takut melakukan kesalahan bukan hanya karena ada polisi, tetapi karena sadar bahwa Allah selalu melihat apa yang dilakukan. Karena itu, keimanan harus melahirkan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Gus Baha.

 

Ratusan Polri santri dan ulama saat Ngaji Bareng di Rembang. (kanalmuria)

 

Pesan tersebut menjadi salah satu inti Ngaji Kebangsaan, yang mempertemukan jajaran Polri dengan ulama dan santri. Agenda pembinaan rohani ini melibatkan 700 peserta terdiri 300 santri dan 400 personel Polri dari sejumlah wilayah di sekitar Rembang.

 

Tak hanya di lokasi, kegiatan juga diikuti secara daring oleh 41.449 personel Polri dari 36 Polda dan 517 Polres jajaran di Indonesia.

 

Di hadapan ribuan personel Polri tersebut, Gus Baha juga mengingatkan bahwa semangat kebangsaan tidak cukup berhenti pada slogan. Nasionalisme harus terlihat dalam perilaku sehari-hari: menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta membiasakan menyampaikan hal-hal baik tentang bangsa sendiri.

 

Ia kemudian menggambarkan hubungan antara polisi dan masyarakat seperti hubungan orang tua dengan anak. Ketika seorang anak melakukan kesalahan, orang tua tidak lantas berhenti menyayangi.

 

Kesalahan justru menjadi alasan untuk membimbing dan mengarahkan. Demikian pula dengan masyarakat, kata Gus Baha perlu dibimbing dengan kesabaran agar tumbuh kesadaran menjaga keamanan dan ketertiban.

 

“Kalau anak melakukan kesalahan, orang tua tidak kemudian berhenti menyayangi. Begitu juga masyarakat, ketika ada yang salah harus dibimbing dan diarahkan. Harapannya, Polri terus menjaga dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” pesan Gus Baha.

 

Kapolri : Ulama Lentera

Pesan tersebut sejalan dengan penekanan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Kapolri mengatakan, perjalanan pengabdian Polri tidak dapat dilepaskan dari peran para ulama. Bagi Polri, ulama bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan keagamaan. Namun sumber tuntunan moral dan spiritual, agar personel tetap mampu menjaga amanah dalam menjalankan tugas.

 

Baca Juga: Tak Dibelikan Motor RX King, Pria 23 Tahun Bakar Rumah Orang Tuanya

 

“Ulama adalah ibarat lentera yang menerangi dalam kegelapan, menunjukkan jalan, sekaligus memberikan doa agar Polri diberikan perlindungan dalam menghadapi berbagai tantangan dan bahaya, serta tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kapolri.

 

Menurut Kapolri, keberagaman Indonesia juga harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan. Perbedaan tidak boleh berkembang menjadi konflik yang pada akhirnya merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan.

 

“Umara dan ulama adalah dua tiang kokoh penjaga NKRI. Dengan tiang yang kokoh, akan terbentuk bangunan yang kokoh sehingga melindungi seluruh warga masyarakat yang bernaung di bawahnya,” tegasnya.

 

Ngaji Kebangsaan tersebut diawali dengan pembacaan kalam Ilahi QS Ali Imran ayat 133-135 oleh Ipda Asraldi, S.Ag. bersama santri Ahmad Dzul Fahmi Al-Fakhomi.

 

Bagi Polda Jawa Tengah, pertemuan antara Polri dan Gus Baha juga menjadi ruang untuk memperkuat sisi humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

 

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, kesederhanaan dan keteduhan yang ditampilkan Gus Baha menjadi keteladanan yang relevan bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

 

Baca Juga: Viral Penanaman Pohon Bupati Kudus di Tepi Jalan, Ini Jawaban Sam’ani

 

“Menurut saya pribadi, Gus Baha ini ulama yang luar biasa, membawa keteduhan untuk siapa saja. Dalam keseharian beliau juga senantiasa menampilkan kesederhanaan. Mudah-mudahan kesederhanaan dan keteladanan beliau ini juga dapat menjadi inspirasi bagi anggota Polri,” kata Yuliyanto.

 

Ia menilai pesan Gus Baha memiliki relevansi langsung dengan tugas kepolisian.

 

“Ngaji Kebangsaan ini menjadi ruang bagi anggota Polri kembali mengingat hakikat pengabdian. Pesan Gus Baha sangat relevan dengan tugas Polri untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” ujar Yuliyanto. (pra)