
Agenda Open House menandai setahun berdirinya Sekolah Rakyat Pati. (key rasya/kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati- Perkembangan Sekolah Rakyat Kabupaten Pati telah melampaui ekspektasi selama satu tahun ini. Bahkan kualitas layanan pendidikan, fasilitas dan pemenuhan kebutuhan dasar siswa berjalan sangat baik.
Kehadiran Sekolah Rakyat tersebut, telah membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga desil 1 di Kabupaten Pati. Selain pendidikan formal, para siswa dari keluarga miskin juga mendapatkan dukungan pemenuhan gizi dan pembinaan karakter.
“Keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, ” ujar Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.

Hal itu diungkapkan Chandra, saat menghadiri peringatan satu tahun Sekolah Rakyat Kabupaten Pati. Peringatan digelar melalui agenda Open House, di aula Sekolah Rakyat bertempat di Sentra Margo Laras Pati.
Agenda Open House Sekolah Rakyat Pati, juga dihadiri Forkopimda, Kepala DinsosP3AKB Pati, para camat dan siswa Sekolah Rakyat tersebut.
“Program ini sangat luar biasa. Tadi saya sudah melihat langsung kelas-kelasnya. Kondisinya bersih, fasilitasnya lengkap, kamar mandinya juga bersih,” terang Chandra.
Menurut Chandra, para siswa di Sekolah Rakyat juga mendapatkan tiga kali makan dan makanan ringan. Selama tinggal di asrama, mereka merasa seperti di rumah sendiri.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi adik-adik kita yang berasal dari desil 1. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik seperti anak-anak lainnya,” tutur Chandra.
Chandra menilai bahwa minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat terus meningkat. Hal itu terlihat dari kuota jenjang SMP yang telah terisi penuh serta jenjang SMA yang telah memenuhi kuota jumlah siswa.
“Untuk tahun ini, jenjang SMP sudah penuh dengan 190 siswa dan SMA juga sudah terpenuhi 90 siswa. Yang masih tersedia saat ini adalah jenjang sekolah dasar dengan sekitar 30 siswa, karena sebagian orang tua masih mempertimbangkan sistem asrama bagi anak-anak usia dini,” jelasnya.
Candra menegaskan, kualitas pembelajaran di Sekolah Rakyat tidak kalah dengan sekolah umum lainnya. Selain mengikuti kurikulum formal, para siswa mendapat penguatan pendidikan agama dan berbagai kegiatan pengembangan diri pada sore hari.
“Anak-anak ini sudah mampu berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Pelajaran mereka juga tidak tertinggal dari sekolah-sekolah lain. Bahkan setelah kegiatan belajar formal, mereka masih mendapatkan pembelajaran agama dan aktivitas positif lainnya,” tutur Chandra.
Terkait pengembangan program, Pemkab Pati terus mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat di Tlogowungu. Saat ini progres pembangunan Sekolah telah mencapai sekitar 85 persen. Selanjutnya segera ditinjau kembali untuk memastikan kesiapan penggunaan.
Melalui Open House satu tahun Sekolah Rakyat Kabupaten Pati, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin memahami manfaat program tersebut. Selain itu, juga sebagai pemerataan akses pendidikan berkualitas, berkarakter, dan inklusif bagi seluruh anak di Kabupaten Pati. (krp)






