Home » Mahasiswa Penerima Beasiswa Diminta Bersabar, Pemkab Pati Ajukan Pencairan Dana CSR ke Perusahaan
IMG-20260622-WA0007

Sejumlah orang tua penerima program beasiswa di Pati melakukan pertemuan. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati– Kepastian pencairan anggaran beasiswa kuliah bagi sejumlah mahasiswa penerima bantuan di Kabupaten Pati, hingga saat ini masih belum ada titik terang. Alasannya, masih dalam tahap pengajuan ke pihak perusahaan pemberi beasiswa.

Anggaran beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu untuk berkuliah ini, bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan pemberi bantuan.

 

Pemkab Pati hingga saat ini masih menunggu jawaban dari sejumlah perusahaan pemberi beasiswa. Pihak pemkab setempat masih mengajukan kepada perusahaan yang bersangkutan.

 

Orang tua yang anaknya menerima beasiswa berencana menemui PLT Bupati Pati (kanalmuria)

 

Dengan kondisi itu, tentu harapan ratusan mahasiswa penerima beasiswa di Kabupaten Pati untuk melanjutkan pendidikan tinggi kini terus dibayangi ketidakpastian.

 

Program beasiswa yang bersumber dari anggaran tanggung jawab sosial perusahaan yang selama ini menjadi penopang biaya kuliah mahasiswa kurang mampu, dikabarkan belum cair selama tiga bulan terakhir.

 

Merespon kondisi itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan, proses pencairan beasiswa masih berjalan dan meminta penjelasan teknis dikonfirmasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati.

 

“Sudah berjalan. Coba tanya di Dinas Pendidikan,” ujar Risma Ardhi Chandra kepada wartawan.

 

Terpisah, Kepala Disdikbud Kabupaten Pati, Sunarji mengatakan, proses pencairan anggaran beasiswa saat ini masih berada pada tahap pengajuan kepada perusahaan pemberi beasiswa.

 

“Baru (pengajuan anggaran program beasiswa) masuk ke perusahaan (pemberi beasiswa),” ujar Sunarji singkat.

 

Di sisi lain, kabar belum cairnya anggaran beasiswa di Pati tersebut, menyebabkan satu mahasiswa penerima manfaat terpaksa menghentikan kuliahnya.

 

Beasiswa yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan, termasuk Bank Jateng dan Baznas, diketahui belum diterima para mahasiswa sejak April 2026.

 

Padahal bantuan tersebut menjadi tumpuan utama bagi banyak keluarga berpenghasilan rendah untuk membiayai kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

 

Salah satu orang tua penerima beasiswa, Sutomo, mengaku hingga pertengahan Juni belum ada pencairan bantuan yang biasanya diterima setiap bulan.

 

“Mulai April, Mei sampai Juni ini belum ada pencairan. Padahal bantuan itu sangat membantu untuk kebutuhan kuliah anak-anak,” ujarnya, Kamis (18/6).

 

Menurutnya, program tersebut sebelumnya menyasar 194 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

 

Namun dalam perjalanannya jumlah penerima berkurang menjadi 183 mahasiswa.

 

Besaran bantuan yang diterima bervariasi, mulai Rp1 juta per bulan untuk kategori kurang mampu. Selain itu, Rp1,5 juta untuk kategori miskin ekstrem dan Rp2,5 juta bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran.

 

Bagi sebagian keluarga, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan biaya pendidikan. Sebab menjadi penopang utama keberlangsungan studi anak anak mereka.

 

Karena itu, keterlambatan pencairan beasiswa kuliah menimbulkan dampak serius. Seperti kondisi yang dialami Sutomo, yang anaknya mendapat beasiswa untuk kuliah.

 

Ia mengaku menerima informasi bahwa salah satu penerima beasiswa, akhirnya memilih keluar dari perguruan tinggi akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

 

“Ada satu anak yang sebenarnya punya kemampuan akademik bagus. Tetapi karena orang tuanya petani dan tidak mampu menanggung biaya kuliah, akhirnya dia putus kuliah,” terang Sutomo.

 

Kondisi itu disayangkan para orang tua penerima manfaat. Mereka menilai potensi generasi muda berprestasi bisa hilang hanya karena persoalan biaya pendidikan.

 

Sejumlah perwakilan orang tua diketahui telah mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati untuk meminta kejelasan.

 

Namun mereka diminta bersabar menunggu proses pencairan. Karena belum mendapatkan kepastian, mereka berencana mengajukan audiensi dengan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Disdikbud Pati. (pra)