Home » Liburan di Jateng Makin Puas, Seribu Desa Wisata Tawarkan Paket Aglomerasi Lintas Daerah
xr:d:DAF1F7Nq6y4:94,j:5379961204419358848,t:23120614

Wisata Gua Pancur di Kecamatan Kayen Pati. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Tegal- Seribu Desa Wisata unggulan di berbagai daerah di Jawa Tengah, kini disiapkan sebagai upaya penguatan ekosistem pariwisata di provinsi setempat.

 

Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jateng telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan sekitar 1.000 desa wisata.

 

“Sekitar 1.000 desa wisata dari kabupaten dan kota di Jateng sudah kami koordinasikan untuk disiapkan, dan direncanakan diluncurkan pada akhir tahun 2026,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jateng, Hanung Triyono.

 

Gubernur Lutfi saat Rembug Pembangunan Jateng 2026. (kanalmuria)

 

Selain pengembangan desa wisata, kata Hanung, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan penguatan kalender event daerah. Hal itu dipaparkan Hanung saat acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026, di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026).

 

“Berbagai kegiatan nasional maupun internasional didorong masuk dalam agenda pariwisata, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan lama tinggal pengunjung, ” terang Hanung.

 

Hanung menambahkan, konsep aglomerasi wisata nantinya didukung dengan sistem informasi digital. Hal itu memudahkan wisatawan memperoleh informasi destinasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga akomodasi dalam satu platform.

 

“Harapannya, wisatawan yang datang ke Jawa Tengah bisa melihat berbagai alternatif tujuan wisata, yang saling terhubung dan dapat dikunjungi dalam beberapa hari sekaligus,” tukas Hanung.

 

Dalam kesempatan itu, sejumlah kepala daerah juga menyampaikan potensi wisata yang siap dikembangkan. Kota Pekalongan mengusulkan penguatan wisata religi Makam Sapuro dan kawasan Pecinan.

 

Kabupaten Pekalongan mendorong pengembangan Linggoasri, Petungkriyono, dan Paninggaran. Kabupaten Pemalang menawarkan Pantai Widuri serta wisata petualangan Via Ferrata Gunung Jimat.

 

Untuk Kabupaten Tegal mengusulkan pengembangan kawasan wisata Guci dan Kaligua.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pengembangan aglomerasi wisata lintas daerah. Tujuannya, untuk mendongkrak perekonomian daerah.

 

Melalui konsep tersebut, destinasi wisata unggulan di berbagai kabupaten dan kota dihubungkan dalam satu paket perjalanan. Sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pengembangan sektor pariwisata tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Setiap daerah perlu membangun konektivitas destinasi, agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan tujuan dalam satu perjalanan.

 

“Jadi kalau wisatawan datang ke satu daerah, bisa lanjut ke daerah lain dalam satu rangkaian perjalanan,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.

 

Dia mencontohkan, sejumlah kawasan yang berpotensi dikembangkan secara terintegrasi, seperti Batang–Dieng–Temanggung di wilayah tengah, serta Brebes–Kota Tegal–Kabupaten Tegal–Pemalang di Pantura Barat.

 

Menurut Lutfhi, konsep tersebut menghubungkan wisata alam, wisata religi, budaya, kuliner, ekonomi kreatif hingga produk halal. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan ekonomi syariah.

 

Luthfi menegaskan, pengembangan wisata harus dibarengi dengan dukungan infrastruktur yang memadai, terutama akses jalan menuju kawasan wisata.

 

“Jangan sampai wisata yang kita bangun, tetapi infrastrukturnya tidak ada. Karena itu harus disiapkan dari sekarang,” pinta Luthfi. (pra)