Home ยป Jepara Siaga Kemarau Panjang hingga Desember, DPR RI Kirim Mobil Rescue dan 20 Motor
IMG-20260729-WA0018

Jepara mendapat bantuan kendaraan operasional penanggulangan bencana.(kanalmuria)

Kanalmuria.com, Jepara,- Ancaman kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga Desember 2026, membuat Kabupaten Jepara mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

 

Mitigasi menjadi fokus utama pemerintah bersama DPR RI, guna mengantisipasi dampak yang bisa ditimbulkan. Yakni mulai dari kekeringan hingga bencana di kawasan rawan seperti lereng Gunung Muria dan wilayah pertanian.

 

Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Dasar Manajemen Penanggulangan Bencana yang digelar di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Selasa (28/7/2026). Agenda dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid.

 

Jepara mendapat bantuan kendaraan operasional penanggulangan bencana. (kanalmuria)

 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengatakan, Jepara masuk dalam kategori daerah dengan tingkat kerawanan bencana sedang.

 

Meski demikian, kata Wachid, sejumlah wilayah memiliki potensi ancaman yang perlu diantisipasi sejak dini. Seperti kawasan lereng Gunung Muria yang rawan longsor, serta wilayah pertanian di Kecamatan Mayong yang kerap dilanda banjir.

 

“Jepara kategori sedang untuk bencana. Daerah rawan seperti di lereng Gunung Muria. Banyak daerah pertanian juga rawan banjir, seperti Mayong,” ujar Abdul Wachid.

 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid (kanalmuria)

 

Ia mengungkapkan, Badan Meteorologi memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga Desember 2026. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan, untuk memperkuat langkah mitigasi agar dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.

 

“Badan Meteorologi memperkirakan kemarau panjang sampai bulan Desember. Hari ini mulai kita siap-siap mitigasi daerah bencana. Mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi semua harus dipersiapkan supaya tidak kaget ketika bencana datang,” katanya.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas penanggulangan bencana di Jepara, Abdul Wachid memastikan bantuan kendaraan operasional tengah diproses.

 

Baca Juga: Jelang Penutupan PT Samwon Jepara, Penasihat Presiden Minta Hak Ribuan Buruh Dipenuhi

 

Bantuan yang diberikan meliputi satu unit mobil rescue dan 20 unit sepeda motor. Kendaraan itu dimanfaatkan untuk mempercepat penanganan, serta distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

 

“Jepara sangat membutuhkan mobil rescue. Kita akan bantu mobilnya, saat ini masih dalam proses. Selain itu, ada 20 sepeda motor yang siap kita bagikan, sehingga bisa memperlancar bantuan kepada masyarakat terdampak bencana,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Witiarso Utomo menegaskan, kondisi geografis Jepara yang memiliki kawasan pegunungan, dataran rendah, pesisir hingga Kepulauan Karimunjawa, merupakan potensi besar bagi pembangunan. Selain itu, menghadirkan tantangan dalam penanggulangan bencana.

 

“Keanekaragaman bentang alam tersebut menjadi potensi besar bagi pembangunan, tetapi sekaligus menghadirkan berbagai ancaman bencana yang harus kita kelola dengan baik,” terang Witiarso.

 

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan hanya ketika musibah terjadi. Dibutuhkan komitmen seluruh masyarakat membangun budaya sadar bencana. Meliputi mitigasi, edukasi, penataan ruang yang tepat, serta peningkatan kesiapsiagaan sejak dini.

 

Baca Juga: Manuver Bawaslu Pati Jelang Pemilu 2029, Kawal Pemutakhiran Data Ribuan Pemilih Pemula

 

“Penanggulangan bencana harus menjadi budaya bersama. Keberhasilan kita tidak hanya diukur dari kemampuan saat merespons bencana, tetapi meningkatkan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi,” tegasnya.

 

Melalui sosialisasi tersebut, Jepara berharap pemahaman masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap manajemen penanggulangan bencana semakin meningkat.

 

Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, risiko kerugian akibat bencana dapat ditekan semaksimal mungkin. Terlebih menghadapi ancaman kemarau panjang, yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir tahun.(pra)