Jasad korban bersimbah darah ditutup kain sbelum dievakuasi ke rumah sakit. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Sragen— Suasana selepas subuh di sebuah jalan kampung Desa Masaran, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, mendadak berubah tegang pada Minggu (13/9/2026) pagi.
Warga yang baru memulai aktivitas dikejutkan oleh peristiwa penusukan yang menewaskan seorang petani lanjut usia, Sadikin (70).
Korban yang saat itu berjalan kaki melintas di depan rumah tetangganya, S (35), tiba-tiba dikejar oleh pelaku. Dalam hitungan detik, penusukan terjadi hingga korban mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah saksi melihat kejadian itu, termasuk ibu kandung pelaku yang berada di sekitar rumah.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari membenarkan peristiwa tersebut. Polisi bergerak tak lama setelah kejadian dan menangkap pelaku beserta sebilah pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan.
“Kejadian pembunuhan ini masuk kategori tertangkap tangan di wilayah Masaran. Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres, di Satreskrim Polres Sragen,” ujar Dewiana kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga: Bonus Rp 50 Juta Menanti, KONI Pati Pacu 343 Atlet Tembus 3 Besar Porprov Jateng 2026
Informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan perselisihan antara korban dan pelaku. Yakni mengenai pembagian air irigasi untuk sawah.
Perselisihan itu terjadi beberapa hari sebelum penusukan. Persoalan tersebut rupanya masih dipikirkan pelaku hingga malam sebelum kejadian.
Ia mengaku tersinggung dengan perkataan korban, yang dianggapnya bernada mengancam keselamatan.
“Pelaku kepikiran gara-gara percekcokan masalah air sawah itu. Ada kalimat dari korban yang menurut pelaku mengancam keselamatannya,” ucap Dewiana.
Pelaku pun mengaku tidak dapat tidur nyenyak, karena terus memikirkan perkataan korban tersebut. Salah satu ucapan yang disebut pelaku berkaitan dengan istilah dalam bahasa Jawa, “macul ndasku”.
“Gara-gara air kok sampai ‘macul ndasku’, (menyangkul kepalamu) begitu istilahnya,” tukas Dewiana.
Selanjutnya pada lagi harinya yakni ketika melihat korban melintas di depan rumah, emosi pelaku kembali tersulut. Ia kemudian mengejar korban dan melakukan penusukan menggunakan sebilah pisau.
“Pelaku langsung mengejar, langsung melakukan penusukan,” terang Dewiana.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka tusuk, termasuk pada bagian leher. Korban yang terkapar di jalan, kemudian dievakuasi ke rumah sakit.
Kapolsek Masaran pun turut mendampingi korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Usai kejadian, pelaku ditangkap polisi di rumahnya. Penyidik Satreskrim Polres Sragen juga menemukan pisau yang diduga digunakan dalam penusukan tidak jauh dari lokasi kejadian.
Pisau tersebut ditemukan dalam kondisi tertancap pada batang pohon pisang di sekitar rumah pelaku. Barang bukti itu kemudian diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Baca Juga: Cegah Kapal Terbakar, Satpolairud Gencarkan Patroli dan Edukasi di Dermaga Juwana
“Alat yang digunakan oleh pelaku, sebilah pisau beserta selongsongnya, sudah diamankan oleh penyidik. Ditemukan ditusukkan di batang pohon pisang di depan rumah pelaku,” jelas Dewiana.
Korban dan pelaku diketahui tinggal dalam satu kampung di Desa Masaran. Namun rumah mereka berbeda RT. Kedekatan tempat tinggal tersebut, membuat peristiwa itu mengejutkan warga setempat.
Polisi kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif dan rangkaian perselisihan yang diduga menjadi latar belakang penusukan. (pra)
