
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memilih tidak larut dalam polemik di tengah dinamika politik di kabupaten setempat. Hal itu menyusul sejumlah tudingan panas yang dilontarkan Bupati Pati nonaktif Sudewo, yang kini menjadi terdakwa dua kasus korupsi.
Chandra mengaku saat ini lebih fokus menjalankan roda pemerintahan. Selain itu, fokus memastikan program pembangunan tetap berjalan di Kabupaten Pati.
Sikap Candra itu diungkapkanya saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan terkait tudingan fitnah yang dilontarkan Sudewo.
Usai menjalani sidang korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang pada Senin (6/5/2026), Sudewo berkeluh kesah merasa difitnah oleh Wakil Bupati Pati yang kini menjadi Plt Bupati, Risma Ardhi Chandra.
Bahkan kala Sudewo masih menjabat Bupati Pati aktif, Chandra disebut Sudewo kerap mengeluh tak diberikan peran sebagai Wakil Bupati.
“Ini kan Plt Bupati, Wakil Bupati (Risma Ardhi Chandra) itu selalu fitnah saya. Plt Bupati bahkan pernah menghadap Pak Jokowi mantan presiden, mengatakan bahwa dia itu tidak saya beri peran, selalu saya tinggal,” tutur Sudewo kepada sejumlah wartawan.
Baca Juga: Program Market Juara Wujudkan Siswa SMK Jateng Jadi Pengusaha
Sudewo juga menegaskan bahwa ia telah memberikan sejumlah peran kepada Chandra. Bahkan Chandra kerap diajak Sudewo dalam berbagai rapat penting.
Namun kehadirannya dalam agenda pemerintahan dan rapat-rapat resmi, kata Sudewo, Chandra malah memilih banyak diam. Sudewo justru menuding Chandra ingin menjatuhkan dirinya sebagai Bupati Pati kala itu.
“Yang saya tahu dia (Chandra) itu fokus berpikirnya hanya bagaimana menjatuhkan saya. Nanti ada bukti-bukti yang kuat bahwa dia berupaya untuk menjatuhkan saya,” tutur Sudewo penuh percaya diri.
Sudewo menilai wakilnya tersebut lebih fokus menjatuhkan dirinya, daripada membantu jalannya pemerintahan kala Sudewo masih menjabat Bupati Pati.
Ia terang terangan menyebut bahwa Chandra dipilih sebagai Calon Wakil Bupati Pati beberapa hari menjelang pendaftaran pasangan calon di KPU Pati.
Sudewo juga mengklaim bahwa proses pencalonan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pati kala itu, tidak membebani Chandra secara finansial maupun dukungan politik.
Respon PLT Bupati Pati
Merespon tudingan Sudewo itu, Chandra ogah berkomentar lebih jauh. Alih-alih menanggapi satu per satu tudingan Sudewo, Chandra memilih mengarahkan perhatian wartawan kepada agenda pembangunan daerah.
Sikap itu dilakukan Chandra, usai menghadiri agenda penyerahan prasarana, sarana dan utilitas perumahan kepada Pemkab Pati atas pendampingan hukum oleh Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Pati di Pendapa Pati, Selasa (7/7/2026).
“Pokoknya kita fokus kerja saja yang baik, bangun jalan, bangun Kabupaten Pati, biar rakyatnya makmur dan sejahtera. Terkait pembangunan saya koordinasi sama DPUTR,” tutur Chandra singkat.
Meskipun polemik tersebut menjadi perhatian publik, Chandra tidak memberikan tanggapan lebih jauh terhadap seluruh tudingan tersebut.
Chandra tetap menegaskan komitmennya menjalankan amanah sebagai Plt Bupati Pati. Yakni memprioritaskan pelayanan masyarakat Kabupaten Pati.
Chandra diberikan amanah sebagai PLT Bupati Pati memimpin roda pemerintahan Kabupaten Pati, setelah Sudewo terjerat Operasi Tangkap Tangan oleh KPK dalam dua kasus korupsi.(pra)






