Home » 494 Mahasiswa Kurang Mampu di Rembang Akhirnya Bisa Sarjana Berkat Program Beasiswa
WhatsApp Image 2026-07-08 at 10.27.41 AM

Mendikdasmen Abdul Muti hadiri Anniversary Forum Anak Beasiswa Rembang (FABS) ke-IX. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Rembang – Riuh tepuk tangan menggema di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang. Ratusan mahasiswa penerima beasiswa saling menyapa, berbagi cerita, dan merayakan perjalanan yang membawa mereka lebih dekat dengan cita-cita.

 

Di tengah wajah-wajah penuh harapan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, merasakan momentum ini lebih dari perayaan semata.

 

Bagi Abdul Muti, keceriaan para mahasiswa ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah mampu membuka jalan bagi anak-anak Indonesia khususnya di Rembang untuk meraih masa depan melalui pendidikan.

 

Para mahasiswa penerima beasiswa berkumpul di Pendopo Museum RA Kartini Rembang. (kanalmuria)

 

Menurut Abdul Mu’ti, beasiswa tidak hanya bantuan biaya pendidikan semata. Pengalaman hidup Muti sendiri menjadi bukti, bahwa kesempatan yang diberikan melalui beasiswa dapat mengubah masa depan seseorang.

 

“Saya mungkin salah satu dari sekian banyak anak Indonesia yang hidupnya dari beasiswa ke beasiswa. Karena itu saya merasakan betul apa makna dukungan pemerintah terhadap anak-anak yang ingin meraih cita-cita melalui pendidikan,” tutur Muti.

 

Paparan itu dikatakan Muti, saat menghadiri Puncak Perayaan Anniversary Forum Anak Beasiswa Rembang (FABS) ke-IX.

 

Baca Juga: Diserang Tudingan Fitnah oleh Sudewo, Begini Respon PLT Bupati Pati

 

Mendikdasmen juga mengapresiasi pemerintah setempat yang secara konsisten menghadirkan Forum Anak Beasiswa Rembang, sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.

 

Ia menyebut bahwa inisiatif Forum Anak Beasiswa Rembang, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto memperluas akses layanan pendidikan bermutu yang dapat dijangkau tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun daerah asal.

 

“Forum seperti ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penerima beasiswa. Yang lebih penting, forum ini harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang cerdas, percaya diri, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tukas Muti.

 

Abdul Mu’ti menegaskan, pemerintah terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai kebijakan afirmatif. Meliputi Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi.

 

Muti menandaskan, kesempatan untuk maju terbuka bagi setiap anak yang memiliki semangat belajar.

 

“Kesempatan itu terbuka bagi siapa pun. Percaya dirilah, meskipun berasal dari keluarga sederhana atau tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota. Masa depan dibangun dari kesungguhan belajar.” ucapnya.

 

Mendikdasmen juga mendorong agar program beasiswa daerah terus dikembangkan sesuai potensi masing-masing wilayah.

 

Baca Juga: Kunjungan Destinasi Lokal di Jateng Meningkat Selama Liburan Sekolah, Ini Daftar Tempat Wisata Favorit

 

Di Rembang misalnya, penguatan pendidikan vokasi berbasis kelautan dinilai dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, namun juga mampu menciptakan lapangan kerja.

 

Di saat yang sama, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter di tengah perkembangan teknologi.

 

“Kita harus menguasai teknologi digital karena itu kebutuhan masa depan. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga keadaban digital. Teknologi harus membuat kita semakin beradab, bukan kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.

 

Beasiswa Rembang Sejak 2017

Sementara itu, Pembina Forum Anak Beasiswa Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, melaporkan bahwa sejak tahun 2017 program ini telah mengantarkan 494 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi.

 

Perinciannya 389 penerima di perguruan tinggi negeri dan 105 penerima di perguruan tinggi swasta di Kabupaten Rembang.

 

“Forum Anak Beasiswa Rembang harus terus menunjukkan bahwa keberadaannya membawa manfaat bagi masyarakat. Anak-anak inilah yang kelak menjadi generasi penerus pembangunan Kabupaten Rembang dan Indonesia,” ujar Hanies.

 

Praktik baik yang membudaya di Rembang ini telah menunjukkan bahwa ketika pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia pendidikan berjalan bersama mewujudkan pemerataan layanan pendidikan bermutu.

 

“Maka beasiswa bisa membuka jembatan harapan bagi anak-anak Indonesia untuk menyelesaikan studinya guna meraih cita-cita di masa depan, ” tandasnya. (pra)