
Warga tiga desa di Jepara mendapatkan bantuan sumur bor. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Jepara – Krisis air bersih yang terus berkepanjangan tiap tahunnya, membuat ribuan warga tiga desa di kawasan utara Kabupaten Jepara merana.
Tiga desa terdampak kekeringan itu berada di Desa Cepogo, Kecamatan Kembang, Desa Kepuk dan Desa Banjaran di Kecamatan Bangsri.
Selama musim kemarau tiba, biasanya ribuan warga harus mencari air bersih hingga ke desa desa lain yang jaraknya belasan kilometer dari tempat tinggal mereka.

Selain mencari air bersih dari desa lainnya, warga juga mengandalkan dropping air bersih dari bantuan berbagai pihak yang peduli atas nasib mereka.
Setelah bertahun tahun mengharapkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang, warga tiga desa setidaknya bisa bernafas lega. Sebab mereka mendapatkan bantuan sumur bor.
Pembangunan sumur bor ini dilakukan di beberapa titik di tiga desa yang berada di wilayah Jepara Utara. Kehadiran sumur bor diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih di kawasan tersebut.
Baca Juga: Ancaman Abrasi Pesisir Mengkhawatirkan, Forum Nelayan Jepara Tanam Seribu Pohon
Bantuan sumur bor yang bersumber dari dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) itu, diperuntukkan bagi Desa Cepogo, Kecamatan Kembang, serta Desa Kepuk dan Desa Banjaran di Kecamatan Bangsri.
Bantuan sumur bor dari anggaran CSR salah satu bank milik pemerintah ini, untuk penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat.
“Keberadaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, ” ujar Witiarso Utomo.
Menurut Winarso, air adalah sumber kehidupan. Menghadirkan air bersih di tengah masyarakat bukan hanya soal membangun infrastruktur saja.
“Melainkan tentang membangun masa depan, kesehatan, dan kesejahteraan warga kita,” terang Witiarso.
Witiarso mengapresiasi pihak bank yang telah. memberikan solusi atas kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan tersebut sejalan dengan program pembangunan daerah yang tengah dijalankan Pemkab Jepara.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng Erik Abibon menuturkan, penyediaan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat.
Pihaknya menyadari masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi ancaman kekeringan hampir setiap tahun.
Menurut Erik, sumur ini sangat krusial dan merupakan kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh bagi kehidupan warga.
“Kami menyadari beberapa wilayah masih mengalami tantangan ketersediaan air sehingga masyarakat menghadapi ancaman kekeringan setiap tahunnya,” kata Erik.
Menurut Erik, bantuan sumur bor tersebut merupakan bentuk kontribusi untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih yang berkelanjutan.
“Kami memberikan kontribusi melalui sumur bor ini. Semoga dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Erik juga berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dan dijaga bersama agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.(pra)






