Dosen FIKES Universitas Safin Pati menyampaikan materi dalam pelatihan asuhan keperawatan di Dinkes Pati. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati – Kemampuan perawat tidak cukup hanya ditopang keterampilan klinis. Cara berkomunikasi dengan pasien dan keluarga turut menentukan kualitas pelayanan.
Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati membekali para perawat puskesmas dengan kompetensi asuhan keperawatan, termasuk kemampuan membangun komunikasi terapeutik.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petugas dalam Asuhan Keperawatan yang digelar Senin (14/9/2026) di Aula Lantai 3 Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Kegiatan diikuti perawat berstatus PNS dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Pati.
Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas petugas dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Penguatan kompetensi tersebut dinilai penting, agar pelayanan kesehatan berjalan profesional, berkualitas, dan sesuai standar keperawatan.

Untuk memperkuat materi, Dinas Kesehatan Pati menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang keperawatan.
Salah satunya Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Safin Pati, Ns. Yeni Rusyani, S.Kep., M.Kep. Yeni menekankan pentingnya kemampuan perawat membangun komunikasi yang baik, baik dengan pasien maupun keluarga.
Baca Juga: 172 SPPG di Pati Dibidik, Pemkab Siapkan Sidak hingga Ancaman Pemberhentian
Menurutnya, pelayanan keperawatan bukan semata soal tindakan klinis. Cara tenaga kesehatan menyampaikan informasi dan mendengarkan keluhan. Serta memperlakukan pasien menjadi bagian penting dari proses pelayanan.
Karena itu, komunikasi terapeutik menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian dalam pelatihan. Komunikasi yang efektif membantu perawat memahami kondisi dan kebutuhan pasien, serta membangun hubungan yang mendukung proses asuhan keperawatan.
Tak berhenti pada penyampaian teori, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berpotensi muncul dalam pelayanan sehari-hari. Pembahasan mencakup cara menghadapi pasien dan keluarga, termasuk ketika muncul perbedaan pemahaman hingga konflik dalam proses pelayanan.
Pendekatan tersebut membuat peserta mendapatkan pemahaman secara teoritis. Serta dapat mengaitkannya dengan situasi yang mereka hadapi di lapangan.
Melalui pelatihan ini, kemampuan petugas diharapkan semakin kuat menyusun dan memberikan asuhan keperawatan secara sistematis, tepat, serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Dinkes Pati juga menekankan bahwa kompetensi klinis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan komunikasi. Komunikasi yang tidak efektif, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antara petugas, pasien, dan keluarga, terutama terkait informasi maupun tindakan keperawatan yang diberikan.
Baca Juga: Imajinasi Anak Bumi Kartini Mengalir dari Serbuk Kayu dan Motif Ukir Jepara
Dengan penguatan kapasitas tersebut, Dinas Kesehatan Pati berharap kualitas tenaga keperawatan di tingkat puskesmas semakin meningkat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, dapat diterapkan dalam pelayanan masyarakat secara lebih profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Keterlibatan akademisi FIKES Universitas Safin Pati dalam pelatihan tersebut, juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kesehatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus mendorong penguatan pengetahuan dan keterampilan tenaga keperawatan di Kabupaten Pati. (krp)
