Home » Penampilan Tim Simone di SKNC 2026 Viral, Disorot Mirip Ritual Satanic hingga Panitia Minta Maaf
IMG-20260915-WA0023

Gemerlap Simbang Kulon Night Carnival di Pekalongan memicu polemik di masyarakat. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pekalongan— Gemerlap Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi polemik.

 

Penampilan salah satu peserta yang menampilkan kostum menyerupai makhluk bertanduk, peti mati putih hingga adegan penyembelihan kambing viral di media sosial. Atraksi mereka dinilai sejumlah warganet mirip ritual satanic.

 

Video penampilan tersebut sontak menjadi sorotan. Dalam rekaman yang beredar, beberapa peserta tampak mengenakan kostum menyerupai makhluk berkepala hewan bertanduk dengan tubuh serta kaki yang dibuat menyerupai binatang.

 

Atraksi Tim Simone dinilai sejumlah warganet mirip ritual satanic. (kanalmuria)

 

Peserta lainnya terlihat mengenakan pakaian putih dengan penutup kepala berbentuk lancip sambil membawa peti mati berwarna putih. Rangkaian visual tersebut, kemudian dipadukan dengan koreografi yang menampilkan adegan penyembelihan kepala kambing.

 

Penampilan itu merupakan bagian dari SKNC 2026 yang digelar Kamis (10/9/2026) malam. Ribuan penonton menyaksikan peserta menyusuri rute karnaval sepanjang sekitar tiga kilometer.

 

Potongan video yang kemudian tersebar luas di media sosial memunculkan beragam reaksi. Sejumlah warganet mempertanyakan konsep pertunjukan tersebut. Sebab dianggap tidak sesuai dengan kultur dan nilai masyarakat setempat. Warga bahkan mengaitkannya dengan ritual pemujaan satanic.

 

Polemik tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari panitia maupun tim Simone, peserta yang membawakan penampilan tersebut.

 

Ketua Panitia SKNC 2026 Ziyad Azizi bersama perwakilan tim Simone, Muhammad Akhid, memberikan klarifikasi di Kantor Lurah Simbang Kulon.

 

Ziyad membenarkan adanya penampilan tim Simone dalam gelaran SKNC 2026. Namun, ia mengakui pihak panitia tidak mengetahui secara detail konsep pertunjukan yang dibawakan peserta.

 

“Kami dari perwakilan panitia membenarkan adanya karnaval atau SKNC 2026 yang dilaksanakan Kamis malam, 10 September 2026,” ujar Ziyad yang dikutip pada Senin (14/9/2026),

 

Baca Juga: Imajinasi Anak Bumi Kartini Mengalir dari Serbuk Kayu dan Motif Ukir Jepara

 

Ziyad menegaskan bahwa pihak panitia tidak mengetahui secara detail penampilan tim Simone saat malam kontes SKNC 2026. Atas polemik yang muncul, Ziyad mewakili panitia penyelenggara menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

 

“Kami dari panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya atas khilaf atau kekurangan kami,” tutur Ziyad yang didampingi Lurah Simbang Kulon di kantor desa setempat.

 

Ziyad menjelaskan, SKNC merupakan bagian dari rangkaian kegiatan khitanan massal ke-61 yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Simbang Kulon.

 

Sementara itu, Muhammad Akhid selaku perwakilan tim Simone, juga menyampaikan permintaan maaf atas konsep penampilan yang mereka bawakan. Ia mengakui timnya tidak cukup memahami makna di balik kostum maupun simbol yang digunakan.

 

“Kami perwakilan dari tim Simone minta maaf, kami menyesal dan kami akui kurang literasi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang tersinggung atas perform kami di depan panggung,” ucap Akhid.

 

Ide penampilan tersebut, kata Akhir, bermula ketika anggota tim Simone melihat sebuah kostum yang dianggap unik. Mereka kemudian menyewa kostum tersebut dari Malang dan mengadaptasinya untuk penampilan di SKNC 2026 di Desa Simbang Kulon.

 

“Ide itu dari kita (Tim Simone) melihat kostum unik, kita sewa, kita tiru. Kita menyewa kostum dari Malang. Gerakannya kita latihan dengan teman-teman,” ungkap Akhid.

 

Sedangkak terkait referensi koreografi, Tim Simone mengaku mempelajarinya dari YouTube, termasuk sejumlah pertunjukan dari Malang dan daerah lainnya. Gerakan tersebut kemudian dilatih bersama anggota tim Simone, sebelum tampil di hadapan penonton.

 

Akhid menegaskan, bahwa sejak awal tim Simone tidak mengetahui bahwa kostum maupun konsep yang mereka gunakan dapat dikaitkan dengan ritual satanic.

 

“Kalau awalnya kita tidak tahu apa itu ritual satanik, kita hanya melihat unik,” tambah Akhid.

 

Tak hanya itu, Akhid juga memberikan penjelasan mengenai adegan penyembelihan kambing. Adegan itu justru menjadi salah satu bagian paling disorot dalam video.

 

Akhid kembali membantah bahwa adegan tersebut merupakan bagian dari ritual tertentu. Ia beralasan bahwa kambing memang telah disiapkan untuk disembelih, setelah acara sebagai bagian dari rahatan atau makan bersama.

 

Baca Juga: Jepara Jadi Panggung Perdana, Tujuh Klub Siap Panaskan Nusantara Futsal League Jateng 2026

 

“Untuk kambing memang dari kami, rencana menyembelih kambing untuk rahatan setelah acara selesai. Tidak maksud acara ritual. Penyembelihan kambing murni rahatan,” tandasnya.

 

Untuk diketahui, Tim Simone sendiri merupakan salah satu peserta SKNC 2026. Penampilan mereka ternyata berhasil meraih juara dalam ajang tersebut.

 

Polemik yang meluas di media sosial itu turut mendapat perhatian Pemerintah Kelurahan Simbang Kulon. Pihak pemerintah setempat mengakui adanya kekeliruan dalam penampilan tim Simone dan berencana melakukan evaluasi.

 

Bahkan Lurah Simbang Kulon Franky Irawan mengaku telah diminta Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Yakni menggali secara utuh persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan karnaval.

 

“Kami diperintahkan Pak Sekda untuk koordinasi dengan teman-teman yang ada di Simbang Kulon. Kemudian kita akan gali lagi apa yang sebenarnya terjadi,” tutur Franky di Kantor Kelurahan Simbang Kulon, Senin (14/9/2026).

 

Franky menegaskan siap melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan SKNC 2026. Termasuk konsep kegiatan dan penampilan peserta. Langkah itu diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan berikutnya.

 

“Insyaallah setelah ini, kita akan adakan evaluasi terkait dengan SKNC ke depannya, apakah akan seperti apa, akan kami evaluasi kembali,” imbuh Franky.

 

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa tersetempat, atau menilai terdapat bagian dari penampilan tersebut yang tidak sesuai dengan budaya setempat.

 

“Kami selaku aparatur pemerintahan meminta maaf sebesar-besarnya dan seluas-luasnya kepada masyarakat atas mungkin ada yang tersinggung, mungkin ada yang merasa itu bukan budaya kita, kami mohon maaf,” katanya.

 

Menurut Franky, para peserta pada dasarnya ingin memberikan hiburan terbaik kepada masyarakat. Namun, keterbatasan pemahaman terhadap materi yang digunakan, membuat pertunjukan tersebut justru menimbulkan polemik.

 

“Teman-teman peserta itu ingin menampilkan hiburan yang terbaik untuk masyarakat. Tapi karena tadi yang disampaikan dari tim Simbang Kulon, karena minimnya literasi, karena tidak tahu apakah itu budaya satanik atau tidak, makanya tergelincir, kami tergelincir di situ,” tambahnya.

 

Karena itu, Franky menekankan pentingnya panitia mengetahui secara rinci konsep setiap penampilan sebelum peserta tampil di hadapan publik.

 

“Harapan kami nanti panitia harus tahu penampilannya itu akan seperti apa sebelum melaksanakan perform,” katanya.
Franky menambahkan, SKNC bukan kegiatan yang baru pertama kali digelar. Bahkan komunikasi terkait perizinan acara, juga telah dilakukan sejak awal. Kegiatan tersebut sudah berlangsung sebanyak empat kali.

 

Kini, viralnya penampilan Tim Simone tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia dan pemerintah setempat. Kreativitas peserta dalam memeriahkan karnaval, diharapkan tetap berjalan seiring dengan pemahaman terhadap makna simbol, latar belakang kostum, serta nilai budaya masyarakat yang menjadi ruang berlangsungnya pertunjukan. (pra)

1 thought on “Penampilan Tim Simone di SKNC 2026 Viral, Disorot Mirip Ritual Satanic hingga Panitia Minta Maaf

Comments are closed.