Home ยป Banjir Juwana Jadi Prioritas, Sudetan Sungai Juwana 11 Km Segera Direalisasikan
IMG-20260727-WA0087

Proyek sudetan Sungai Juwana sepanjang 11 kilometer untuk mengurangi banjir di kecamatan setempat. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Penanganan banjir di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati terus dilakukan percepatan. Salah satunya melalui rencana proyek sudetan Sungai Juwana sepanjang sekitar 11 kilometer.

 

Langkah itu ditempuh melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Hal itu sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak banjir, yang selama ini menjadi persoalan masyarakat Juwana.

 

Pemerintah Kabupaten Pati terus membangun koordinasi dengan BBWS, agar pelaksanaan sudetan Sungai Juwana dapat segera direalisasikan. Hal itu dikatakan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, saat membuka Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026.

 

Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026 di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. (kanalmuria)

 

Festival bertema Gerakan Budaya Ekologis, Sungai Waras, Masyarakat Waras di Sekretariat Jampisawan, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Senin (27/7/2026).

 

Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan penanganan sungai, melalui normalisasi dan pengadaan alat berat.

 

Baca Juga: Ratusan Koperasi di Pati Tinggal Papan Nama, 57 Lembaga Segera Dibubarkan

 

“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS untuk pelaksanaan sudetan Sungai Juwana, sekitar 11 kilometer agar dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Juwana,” ujar Chandra.

 

Selama ini, Sungai Juwana memiliki fungsi strategis bagi kehidupan masyarakat. Selain menopang sektor pertanian, sungai juga menjadi penopang perikanan dan penyedia air bersih. Selain itu, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata apabila dikelola dengan baik.

 

“Sungai ini adalah sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” terang Chandra.

 

Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani. Mulai dari banjir, pendangkalan sungai, hingga pertumbuhan enceng gondok yang mengganggu aliran air.

 

Baca Juga: Askab PSSI Pati Siapkan Kompetisi Bebas Kontroversi dan Targetkan Wasit Berkelas Nasional

 

Menurut Candra, seluruh persoalan tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor agar penyelesaiannya lebih efektif.

 

“Enceng gondok jangan hanya dipandang sebagai masalah. Tanaman ini bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” tambah Chandra.

 

Sementara itu, Ketua Jampisawan, Sunadi menambahkan, Festival Kali Juwana ke-7 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, komunitas dan masyarakat. Yakni dalam membangun gerakan budaya ekologis untuk memulihkan Sungai Juwana.

 

Sunadi menyebut bahwa festival tersebut juga dirancang sebagai media edukasi lingkungan bagi generasi muda. Diantaranya melalui rembuk lintas iman, pelatihan Biotilik, dan lomba poster lingkungan.

 

Festival Kali Juwana ke-7, dihadiri anggota DPRD Pati, Kepala Kantor Kementerian Agama Pati, Ketua FKUB Pati dan perwakilan BirdLife Foundation Indonesia. Kemudian para pemuka agama lintas iman, Camat Juwana, serta Ketua Jampisawan selaku penyelenggara kegiatan.

 

Adapun peserta kegiatan meliputi masyarakat Kecamatan Juwana, pimpinan instansi, peserta festival, komunitas Jampisawan, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.(krp)