Home » Anggaran Beasiswa Garuda Tak Kunjung Cair, PLT Bupati Pati Digeruduk Para Orang Tua Mahasiswa Penerima Manfaat
WhatsApp Image 2026-07-08 at 10.15.18 AM

Para orang tua mahasiswa penerima bantuan mempertanyakan keberlanjutan beasiswa Garuda. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati –  Tak kunjung cairnya anggaran program beasiswa bagi 183 mahasiswa kurang mampu di Kabupaten Pati, tentu saja membuat para orang tua mereka resah. Sebab hal itu mengancam keberlanjutan kuliah anak anak mereka.

 

Untuk memastikan informasi kapan anggaran beasiswa segera cair, puluhan orang tua mahasiswa beramai ramai mendatangi kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati.

 

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kelanjutan Program Beasiswa Garuda. Sebab selama tiga bulan terakhir berhenti tanpa adanya pemberitahuan.

 

183 mahasiswa Pati penerima beasiswa Garuda resah akibat tak kunjung cair. (kanalmuria)

 

Kehadiran bantuan beasiswa mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, adalah inisiatif dari Sudewo saat ia masih menjabat sebagai. Bupati Pati aktif kala itu.

 

Beasiswa yang diterima 183 mahasiswa itu, memanfaatkan anggaran yang bersumber dari dana Tanggung Jawa Sosial dan LIngkungan atau CSR sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Pati.

 

Masing masing mahasiwa penerima beasiswa, mendapat bantuan biaya hidup sebesar Rp1 juta hingga Rp2,5 juta per orang.

 

Sementara itu, kedatangan puluhan orang tua murid penerima beasissa Garuda, disambut oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

 

Risma berkenan menemui mereka dan memberikan kepastian bahwa program beasiswa Garuda di Pati masih terus berjalan.

 

Baca Juga: Fun Run 5K Safin Pati Sports School Indonesia Kampanyekan Sport Tourism Bumi Mina Tani

 

Di hadapan para orang tua penerima beasiswa, Chandra menjamin bahwa Pemkab Pati tetap berkomitmen menanggung biaya mereka hingga lulus kuliah.

 

Anggaran beasiswa Garuda yang sempat tertunda selama tiga bulan terakhir, kata Chandra, segera disalurkan dalam waktu dekat kepada 183 mahasiswa penerima manfaat.

 

“Rencana, minggu depan sudah kami laksanakan untuk pengiriman tiga bulan yang kemarin tertunda. Dan untuk tiga bulan ke depan, nanti akan kami kirimkan hak-haknya kepada anak-anak penerima beasiswa,” papar Chandra.

 

Chandra mengakui bahwa keterlambatan pencairan beasiswa Garuda diakibatkan dana CSR dari beberapa perusahaan mitra, baru bisa dicairkan dan rampung saat akhir Juni hingga awal Juli mendatang.

 

Sedangkan total anggaran untuk menopang beasiswa Garuda sebesar Rp 582 juta. Anggaran juga telah disiapkan untuk memenuhi hak bagi 183 mahasiswa penerima beasiswa.

 

Baca Juga: Jadi Musafir, Persiku Pilih Stadion Sultan Agung Bantul Sebagai Home Base

 

Chandra menyebut bahwa anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber. Diantaranya dari Baznas, CSR Bank BPD Jateng, PDAM, bank daerah dan sejumlah perusahaan swasta lainnya.

 

“Sampai tiga tahun ke depan, kami jamin bahwa hak-hak mereka akan mereka dapatkan dengan semestinya, sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya,” tegas Chandra.

 

Chandra menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlangsungan program beasiswa sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.

 

Keterlambatan pencairan anggaran beasiswa, imbuh Chandra, bukan disebabkan penghentian program. Namun akibat sebagian dana program tanggung jawab sosial perusahaan dari sejumlah perusahaan, baru tersedia pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.

 

Selama ini, pembiayaan Beasiswa Garuda masih bergantung pada dukungan sejumlah perusahaan mitra. Sehingga program beasiswa ini belum memiliki kepastian pendanaan setiap tahun.

 

“Kami tidak ingin terus bergantung pada CSR (Corporate Social Responsibility). Ke depan kami menyiapkan dasar hukum agar pembiayaan beasiswa dapat didukung APBD sehingga keberlanjutannya lebih terjamin,” ungkap Candra.

 

Di sisi lain, penjelasan dari PLT Bupati Pati cukup melegakan para orang tua mahasiswa penerima beasiswa Garuda.

 

Dedi Gunawan selaku tim pendamping orang tua penerima beasiswa Garuda, mengapresiasi audiensi yang difasilitasi Pemkab Pati.

 

Dedi pun berharap kepastian pencairan beasiswa dapat memberikan ketenangan kepada 183 mahasiswa penerima. Sebab selama tiga bulan terakhir, mereka menunggu realisasi bantuan biaya hidup tersebut.

 

Menurut Dedy, keterlambatan penyaluran anggaran beasiswa karena swjjmlah perusahaan pendukung tidak konsisten menjalankan komitmen pendanaan penopang beasiswa.(pra)