Home » Jelang Muktamar ke-35 NU, PWNU Jateng Serukan Muktamar Jujur, Bersih, Terbuka dan Beradab
IMG-20260822-WA0029

Pengurus PWNU Jawa Tengah menyuarakan tekad menjaga marwah organisasi menjelang Muktamar ke-35 NU. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Semarang– Dalam suasana khidmat, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menyuarakan tekad menjaga marwah organisasi menjelang Muktamar ke-35 NU.

 

Enam poin deklarasi dibacakan sebagai seruan bersama agar forum permusyawaratan tertinggi NU berlangsung jujur, bersih, terbuka, demokratis, dan beradab.

 

Deklarasi tersebut disampaikan dalam Pembukaan Bahtsul Masail NU Jawa Tengah, di Pondok Pesantren Darussalam Sempong, Kabupaten Semarang, Sabtu (22/8/2026).

 

Pernyataan sikap itu menjadi penegasan PWNU Jateng atas pentingnya menjaga kehormatan jam’iyyah dalam setiap tahapan menuju Muktamar ke-35 NU.

 

Katib Syuriyah PWNU Jawa Tengah, H Mohamad Muzamil mengatakan, deklarasi itu merupakan bentuk tindak lanjut atas harapan para masyayikh dan mayoritas Nahdliyin, khususnya di Jawa Tengah.

 

“Pernyataan deklarasi tersebut semata-mata untuk menindaklanjuti harapan para Masyayikh, juga kebanyakan Nahdliyin khususnya di Jawa Tengah,” ujar Muzamil.

 

Pembacaan deklarasi enam poin itu berlangsung penuh khidmat. Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh, memimpin pembacaan pernyataan sikap bersama para peserta yang hadir.

 

Sebelum deklarasi dibacakan, Kiai Ubaid mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai kejujuran. Selain itu, menjauhi praktik yang dapat merusak keadilan.

 

Baca Juga: Babak 8 Besar Piala Soeratin Jateng 2026 Makin Sengit, Safin Pati FC Matangkan Persiapan

 

Ia membacakan Surat Al-Baqarah ayat 188, yang antara lain mengingatkan umat Islam agar tidak memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Serta tidak menggunakan suap untuk memperoleh hak orang lain secara tidak benar.

 

Pesan Kiai Ubaid tersebut kemudian diperkuat dengan pembacaan hadis mengenai larangan suap. Dalam hadis yang disampaikan, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras terhadap pihak yang memberi maupun menerima suap.

 

Nuansa keagamaan dan pesan moral itu menjadi pengantar, sebelum enam poin deklarasi PWNU Jawa Tengah dibacakan. Dengan mengatasnamakan kepentingan jam’iyyah dan kemaslahatan bersama, para pengurus menyatakan sikap mereka secara tegas.

 

“Dengan memohon ridha Allah, kami segenap Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah menyatakan sikap,” tegas KH Ubaidullah Shodaqoh.

 

Enam Poin Deklarasi PWNU Jateng

Dalam deklarasi tersebut, PWNU Jawa Tengah menyatakan mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama. Yakni yang jujur, bersih, terbuka, demokratis dan beradab, sesuai dengan keputusan para masyayikh.

 

PWNU Jateng juga menegaskan komitmen menjunjung tinggi martabat Ahlul Halli wal Aqdi sebagai instrumen kehormatan dan kebijakan ulama.

 

Poin berikutnya berisi sikap tegas menolak segala bentuk politik uang dalam setiap proses Muktamar NU.

 

PWNU Jawa Tengah juga menyatakan penolakan terhadap segala bentuk kecurangan dan manipulasi. Serta penyalahgunaan proses organisasi yang berpotensi mencederai jalannya Muktamar.

 

Selain itu, PWNU Jateng menolak segala perbuatan yang dinilai dapat menodai marwah, kehormatan, dan martabat ulama.

 

Poin terakhir ditujukan kepada pemerintah. PWNU Jateng meminta Presiden selaku kepala pemerintahan, untuk mengingatkan sekaligus melarang aparatur negara melakukan tekanan, intervensi, maupun pengondisian dalam pelaksanaan Muktamar, baik atas nama Istana, Presiden, maupun pemerintah.

 

Enam poin tersebut menjadi sikap resmi PWNU Jawa Tengah dalam menyongsong Muktamar ke-35 NU. Seruan itu sekaligus menjadi ikhtiar, agar proses regenerasi dan pengambilan keputusan di tubuh NU tetap berada dalam koridor nilai-nilai organisasi, tradisi keulamaan, serta prinsip musyawarah.

 

Baca Juga: Gelaran Porprov Jateng 2026 Makin Dekat, 8.487 Atlet Siap Bersaing di 59 Cabor

 

Menutup pembacaan deklarasi, PWNU Jawa Tengah kembali menegaskan bahwa pernyataan sikap tersebut ditujukan untuk menjaga kepentingan bersama dan keutuhan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

 

“Demikian pernyataan sikap kami bersama demi kemaslahatan dan keutuhan jam’iyyah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk bagi kita semua,” pungkasnya. (pra)