Home » 43 Tim Sepak Bola Muda Pulau Jawa Incar Tropi Kajari Pati 2026
IMG-20260822-WA0024

Stadion Joyo Kusumo Pati Venue Adhyaksa Cup 2026 melibatkan 43 Tim Usia Muda Siap Tanding (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati– Kompetisi sepak bola usia dini berskala nasional kembali digelar di Kabupaten Pati. Sebanyak 43 tim dari tiga provinsi, siap bersaing dalam Adhyaksa Cup 2026 kategori U-10 dan U-12.

 

Turnamen pembinaan talenta muda sepak bola di Pati ini, memperebutkan Piala Bergilir Kajari Pati. Turnamen ini digagas Askab PSSI Pati bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati.

 

Adhyaksa Cup 2026 resmi diperkenalkan melalui konferensi pers di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pati, Sabtu (22/8/2026).

 

Adhyaksa Cup 2026 diperkenalkan di Kantor KONI Pati. (kanalmuria)

 

Ketua Askab PSSI Pati, Dian Dwi Budianto, menyebut kehadiran Adhyaksa Cup 2026 sebagai terobosan penting dalam pembinaan sepak bola usia dini. Selain itu, upaya membawa kompetisi sepak bola Pati ke level nasional.

 

Menurut Dian, turnamen tersebut tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Lebih jauh, kompetisi ini menjadi fondasi membangun ekosistem sepak bola Pati yang profesional, kompetitif, berintegritas, dan berkelanjutan.

 

“Kami tidak ingin Adhyaksa Cup berhenti sebagai sebuah turnamen. Kami ingin menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan panjang untuk membangun ekosistem sepak bola Pati yang semakin profesional, kompetitif, dan berkelanjutan,” tegas Dian.

 

Panpel Adhyaksa Cup 2026 menyediakan hadiah uang pembinaan puluhan juta. (kanalmuria)

 

Adhyaksa Cup 2026 juga diarahkan menjadi wadah pembentukan karakter pesepak bola muda. Melalui kompetisi sejak usia dini, pemain tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding saja. Namun juga belajar mengenai sportivitas, disiplin, kerja sama tim, mental bertanding, dan sikap fair play.

 

Dian menyebut, sinergi dengan Korps Adhyaksa turut memperkuat nilai-nilai tersebut. Prinsip disiplin, integritas dan keadilan, diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembinaan prestasi di lapangan hijau.

 

Baca Juga: Gelaran Porprov Jateng 2026 Makin Dekat, 8.487 Atlet Siap Bersaing di 59 Cabor

 

“Bagi kami, Adhyaksa Cup bukan sekadar pertandingan dan bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Event ini merupakan bagian dari komitmen PSSI Pati membangun kompetisi yang berkualitas,” terangnya.

 

Selain itu, kata Dian, kompetisi ini untuk memperluas pengalaman bertanding para pemain. Serta membuka ruang bagi talenta-talenta sepak bola untuk berkembang dan berprestasi.

 

Secara teknis, Adhyaksa Cup 2026 akan berlangsung di Stadion Joyokusumo Pati. Untuk jadwal pertandingan dibagi dalam dua gelombang, yakni 29–30 Agustus 2026 dan 5–6 September 2026.

 

Turnamen sepak bola usia dini ini diikuti 43 tim yang berasal dari 10 kota dan tiga provinsi. Para peserta akan bertanding dalam dua kelompok umur, yakni U-10 dan U-12. Sebanyak 107 pertandingan dijadwalkan selama turnamen berlangsung.

 

Persaingan juga semakin menarik, karena total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp40 juta. Format pertandingan memadukan Swiss System atau sistem yang mengadopsi konsep Liga Champions. Kemudian dilanjutkan menuju fase knockout, perempat final, semifinal, hingga partai final.

 

Di luar persaingan di lapangan, Askab PSSI Pati juga memastikan Adhyaksa Cup 2026 digelar secara mandiri tanpa membebani anggaran daerah. Pembiayaan turnamen bersumber dari dukungan kemitraan dan sponsorship.

 

Turnamen ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelaku UMKM lokal Pati akan dilibatkan melalui stan usaha di sekitar lokasi pertandingan.

 

Kehadiran UMKM tersebut diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Mulai dari sektor kuliner, perdagangan ritel, jasa parkir, hingga transportasi selama turnamen berlangsung.

 

“Adhyaksa Cup adalah langkah pertama. Kami berharap langkah ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar untuk sepak bola Pati. Bersama, kita wujudkan sepak bola Pati yang berprestasi, bermartabat, dan menginspirasi Indonesia,” pungkasnya.

 

Angin Segar Sepak Bola Pati
Sementara itu, Pembina Askab PSSI Pati, Joni Kurnianto, menyambut positif penyelenggaraan Adhyaksa Cup 2026. Kompetisi U-10 dan U-12 berskala nasional seperti ini, menjadi langkah penting untuk menyiapkan masa depan sepak bola Kabupaten Pati.

 

Joni menilai turnamen tersebut memiliki arti khusus. Sebab kompetisi sepak bola usia dini dengan skala seperti Adhyaksa Cup, belum pernah terselenggara di Pati selama dirinya bertahun-tahun berkecimpung dalam pengelolaan klub Persipa.

 

“Ini suatu awalan yang bagus di Pati untuk kompetisi anak-anak U-10 dan U-12. Selama ini kan tidak ada. Jadi ini suatu hal yang sangat baik sekali, kita bisa mencari bibit pemain dari awal dan memberikan ajaran etikanya bermain,” ujar Joni.

 

Menurut Joni, kompetisi usia dini bukan hanya menjadi panggung untuk melihat kemampuan teknik pemain. Namun juga momentum menanamkan etika dan karakter dalam bermain sepak bola sejak level dasar.

 

Karena itu, ia meminta seluruh pemain, pelatih, orang tua, ofisial, dan suporter ikut menjaga sportivitas selama pertandingan. Kondusivitas kompetisi dinilai penting, agar Adhyaksa Cup 2026 meninggalkan kesan positif bagi peserta sekaligus mengangkat citra Kabupaten Pati.

 

“Jangan sampai tawuran, jangan sampai memukuli wasit, itu yang penting. Tolong dijaga betul, kita tunjukkan bahwa Pati ini baik,” tegasnya.

 

Baca Juga: Masyarakat Bumi Mina Tani Tolak Provokasi dan Serukan Perdamaian

 

Tak berhenti pada penyelenggaraan turnamen, PSSI Pati juga menyiapkan jalur pembinaan bagi pemain-pemain muda yang menunjukkan potensi selama kompetisi.

 

Pemain potensial termasuk pencetak gol terbanyak atau top scorer dan pemain terbaik, kata Joni, khususnya putra daerah asli Pati akan dihimpun untuk mengikuti pembinaan melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga (Puslat).

 

Pembinaan tersebut dirancang berjenjang mulai kelompok usia U-12, U-14, U-16 hingga membuka jalan menuju level pemain profesional. Dengan demikian, Adhyaksa Cup 2026 melahirkan juara turnamen, dan menjadi pintu awal lahirnya generasi baru pesepak bola berbakat dari Kabupaten Pati. (pra)