Home » Tidak Sekadar Kumpulkan Dana Umat, Lazisnu Pati Gebrak Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi
IMG-20260809-WA0022

Program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Lazisnu Pat melalui program kambing bergulir. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Dana umat tak sekadar dikumpulkan saja, namun kini mulai diubah menjadi aksi nyata untuk mengatasi persoalan sosial dan menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Pati.

 

Komitmen itu ditunjukkan oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (Lazisnu) Pengurus Cabang Nahdallatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati.

 

Lazisnu Pati menunjukkan kiprahnya melalui berbagai program pemberdayaan, bagi masyarakat penerima manfaat di wilayah Bumi Mina Tani. Meliputi pembangunan fasilitas kesehatan hingga bantuan ekonomi produktif, dengan pengelolaan dana yang terus didorong transparan dan akuntabel.

 

Agenda Laporan Semester 1 Lazisnu PCNU Pati di Ruang Pragolo Sekda Kabupaten Pati. (kanalmuria)

 

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Laporan Semester 1 Lazisnu PCNU Kabupaten Pati di Ruang Pragolo, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Minggu (9/8/2026).

 

Ia menilai bahwa Lazisnu telah menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di Kabupaten Pati.

 

Chandra menilai sinergi antara pemerintah daerah dan Lazisnu, telah melahirkan program yang manfaatnya yang. dirasakan langsung masyarakat. Salah satunya pembangunan klinik kesehatan di Kecamatan Winong yang direalisasikan melalui Gerakan Koin NU.

 

Baca Juga: Tragedi Dini Hari di PG Rendeng Kudus, Pekerja Tewas Dihantam Bandul Crane 80 Kilogram

 

“Pemkab Pati mengapresiasi kepada jajaran pengurus Lazisnu yang terus bergandengan tangan dengan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah sosial di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

 

Tak hanya program sosial, transparansi pengelolaan dana masyarakat juga menjadi perhatian penting. Laporan semesteran Lazisnu menjadi bentuk keterbukaan kepada masyarakat. Selain itu, upaya menjaga kepercayaan para donatur dan penerima manfaat.

 

“Transparansi pengelolaan dana melalui laporan semesteran ini adalah bukti akuntabilitas yang sangat baik,” katanya.

Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi

Chandra juga memberikan perhatian khusus terhadap program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Lazisnu Pati. Salah satunya melalui program kambing bergulir.

 

Program bantuan hewan ternak dirancang agar bantuan tidak berhenti sebagai pemberian sesaat. Namun mampu berkembang menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat kurang mampu.

 

“Prinsipnya kita harus memberikan kail, bukan sekadar ikan. Program bantuan kambing bergulir ini melatih tanggung jawab dan kemandirian ekonomi umat,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Lazisnu PCNU Kabupaten Pati, Eko Kiswanto menegaskan bahwa pengelolaan dana umat harus berorientasi pada kemanfaatan dan pemberdayaan.

 

Menurut Eko, Lazisnu tidak ingin dana yang dihimpun hanya berhenti pada kegiatan karitatif. Namun terus didorong agar mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

 

Menurut Eko, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Lazisnu dalam menjalankan berbagai program. Karena itu, keterbukaan dalam pengelolaan dana sekaligus ketepatan sasaran program menjadi bagian penting yang terus diperkuat.

 

Dorong Gerakan Hijau

Selain persoalan sosial dan ekonomi, Chandra juga mengajak Lazisnu serta masyarakat memperkuat gerakan penghijauan, khususnya di kawasan Pegunungan Kendeng.

 

Ia bahkan mendorong agar tradisi pemberian karangan bunga dalam berbagai momentum, mulai dialihkan menjadi pemberian bibit tanaman produktif yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

“Papan bunga ucapan hanya bertahan seminggu dan menjadi sampah. Sementara bibit tanaman seperti mangga jauh lebih ekonomis dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat,” ungkap Chandra.

 

Baca Juga: Pikap New Carry Terbakar Usai Tabrak Truk di Cluwak Pati, Kerugian Rp110 Juta

 

Gagasan tersebut telah mulai diterapkan Pemkab Pati dengan mengimbau masyarakat menggunakan bibit tanaman produktif sebagai pengganti karangan bunga dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703.

 

Chandra juga mendorong terciptanya ruang dialog nonformal antara pemerintah daerah dan keluarga besar NU. Forum tersebut dinilai penting untuk membahas berbagai persoalan Kabupaten Pati secara lebih terbuka, sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.

 

Menurutnya, kompleksitas persoalan sosial membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi kemasyarakatan dan masyarakat luas.

 

“Masalah sosial di Pati memang kompleks. Namun, dengan kebersamaan, gotong royong, dan sinergitas antara pemerintah, Lazisnu, serta keluarga besar NU, insyaallah semua bisa kita selesaikan demi mewujudkan Pati yang lebih maju dan bersinar,” pungkasnya.

 

Kegiatan Laporan Semester 1 Lazisnu PCNU Kabupaten Pati tersebut dihadiri jajaran pengurus PCNU Kabupaten Pati, badan otonom, lembaga, mitra perbankan, serta instansi vertikal.

 

Selain memaparkan capaian program, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam penanganan persoalan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati. (pra)