
Technical meeting Dandim Cup 2026 di Safin Arena Pati terkait peraturan dan sistem pertandingan. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati – Sebanyak 55 tim futsal tingkat SMA mengikuti ajang Dandim Cup 2026 yang digelar melalui kolaborasi Kodim 0718/Pati dan Safin Pati Sports School. Turnamen ini menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Panitia dari pihak Kodim 0718/Pati, Muhamad Rosidi menjelaskan, turnamen ini menggunakan sistem gugur hingga babak delapan besar. Setelah itu, pertandingan memasuki babak semifinal, dengan format final four untuk menentukan tim terbaik.
“Kompetisi ini diikuti 55 tim SMA dengan sistem gugur sampai 8 besar. Semifinal pakai sistem final four, jadi semifinalis ketemu semua untuk penentuan juara,” ujar Muhamad Rosidi.

Dalam babak gugur, kata Rosidi, pertandingan dimainkan dengan durasi 10 menit kotor. Sementara pada babak final four, pertandingan berlangsung dengan format 2 x 10 menit bersih.
Menurut Rosidi, penyelenggaraan Dandim Cup 2026 bertujuan mencari tim terbaik dam menjadi sarana bagi generasi muda Pati mengembangkan kemampuan melalui kegiatan olahraga yang positif.
Baca Juga: Suasana Kekeluargaan Warnai Pertemuan Rama Jangkar dan Salfin Putra
“Even Dandim Cup 2026 ini dalam rangka memperingati Hari Jadi Pati dan HUT RI. Dari Pak Dandim Pati dan Pak Saiful Arifin (Pembinan Yayasan Safin Bina Bangsa Pati), berharap ini sebagai ajang mengajak generasi muda berimprovisasi, terutama dalam kegiatan futsal, tentunya dengan kegiatan yang positif,” katanya.
Ia menilai keberadaan Safin Arena Pati yang merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki Safin Pati Sports School, adalah fasilitas lapangan berstandar dan sesuai dengan kebutuhan pertandingan futsal. Karena itu, harus dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda.
“Kebetulan di Safin Arena Pati ini disiapkan lapangan yang sangat bagus dan memenuhi syarat untuk kelas nasional. Ada fasilitas ini harus kita manfaatkan. Rugi kalau anak muda Pati justru tidak bisa memanfaatkan momentum yang ada ini,” tukasnya.
Selain memperebutkan gelar juara, Panitia Turnamen Futsal Dandim Cup 2026 juga menyiapkan sejumlah penghargaan individu dan penghargaan bagi suporter. Penghargaan tersebut meliputi Best Player, Top Scorer, serta kompetisi suporter terbaik.
Adapun hadiah yang disiapkan, yakni juara pertama sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Sementara Best Player dan Top Scorer masing-masing memperoleh hadiah Rp500 ribu dan sepatu.
Untuk kategori suporter, juara pertama mendapatkan Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, dan juara ketiga Rp1 juta. Panitia juga menyiapkan doorprize khusus bagi para suporter.
Rosidi menyebut Dandim Cup 2026 menjadi tonggak awal untuk melihat potensi penyelenggaraan turnamen yang lebih besar di masa mendatang.
“Jadi ini sebagai tonggak awal. Nanti kita lihat perkembangan dalam pertandingan. Kalau ini berdampak positif dan memang baik, kenapa tidak untuk kita buatkan event lebih besar, se-Karesidenan Pati atau se-Jawa Tengah, bahkan bisa se-nasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Safin Arena dinilai memiliki fasilitas yang mendukung untuk penyelenggaraan kompetisi dalam skala lebih besar. Selain itu, panitia juga berkolaborasi dengan tim event organizer dari pihak Safin yang dinilai telah berpengalaman dalam menggelar berbagai kegiatan berskala besar.
“Untuk lapangan memenuhi syarat. Selain itu, kita juga berkolaborasi dengan EO dari pihak Safin yang tentunya sudah terbiasa melakukan event besar. Jadi kami yakin untuk bisa melaksanakan itu,” jelas Rosidi.
Sementara itu, antusiasme peserta dan suporter dinilai cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan technical meeting yang dihadiri hampir seluruh tim peserta beserta suporter.
“Untuk antusiasme dari pihak sekolah dan suporter yang saya lihat di saat technical meeting ini karena hampir semua tim dan suporter hadir. Jadi menurut saya antusiasmenya tinggi,” katanya.
Menurut Rosidi, tingginya antusiasme juga tidak terlepas dari konsep turnamen yang tidak membebankan biaya pendaftaran kepada peserta, namun tetap menyediakan hadiah sebagai bentuk motivasi.
“Memang kita tidak membuka uang pendaftaran, tapi kita siapkan hadiah ini untuk memotivasi agar mereka mau berkembang dan menunjukkan kemampuan,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Rosidi berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung. Ia juga memastikan perangkat pertandingan, termasuk wasit, akan bekerja secara profesional.
“Semoga selama jalannya pertandingan tetap berjalan dengan sportif. Nanti wasit maupun perangkat pertandingan profesional. Harapannya kita mencari bibit-bibit yang terbaik dan tidak ada perselisihan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa turnamen tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk mengejar prestasi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.
“Sekalinya ada perselisihan akan kami keluarkan atau didiskualifikasi. Jadi selain kita didik untuk berprestasi, kita mendidik karakter mereka juga,” pungkas Rosidi. (krp)






