
BRIN melanjutkan ekskavasi tahun ketiga di Situs Ngasingan di Perbukitan Patiayam Kudus. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Kudus – Di balik perbukitan Patiayam di Kabupaten Kudus, sejarah kehidupan purba yang terkubur selama ratusan ribu tahun kembali diperebutkan dengan waktu.
Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, kembali melanjutkan ekskavasi tahun ketiga di Situs Ngasingan di Perbukitan Patiayam Kudus. Mereka berambisi mengungkap fosil gajah purba berusia hingga lima ratus ribu tahun.
Jika fosil gajah purba mampu terungkap, maka berpotensi mengubah pemahaman tentang masa prasejarah Nusantara. Penelitian ini diharapkan semakin menguatkan posisi Patiayam, sebagai salah satu situs prasejarah penting di Indonesia.

Di balik perbukitan Patiayam Kudus, para peneliti kembali menyibak lapisan tanah yang menyimpan sejarah kehidupan ratusan ribu tahun silam.
Baca Juga: Pelatih Timnas Wanita Indonesia U16 Kagum Fasilitas di Safin Pati Training Ground
Penggalian tahun ini masih difokuskan pada pencarian fosil gajah purba jenis Elephas. Lokasi Ngasingan dipilih, karena penelitian sebelumnya berhasil menemukan sejumlah fosil. Temuan fosil dalam kondisi relatif utuh dengan perkiraan usia mencapai lima ratus ribu tahun.
“Ekskavasi ini menjadi bagian dari penelitian berkelanjutan untuk mengungkap lebih banyak jejak kehidupan purba yang masih tersembunyi di kawasan Ngasingan,” ujar Peneliti BRIN dan Center for Prehistoric and Austronesian Studies atau CPAS, Retno Ayunindya,
Menurut Retno, tidak menutup kemungkinan ditemukan fosil dengan usia yang lebih tua dari temuan sebelumnya.
“Hasil ekskavasi nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan riset. Temuan-temuan fosil juga menjadi dasar pengembangan Situs Ngasingan sebagai pusat edukasi, penelitian, dan wisata sejarah, ” terangnya.
Baca Juga: 55 Tim SMA Adu Gengsi Incar Tropi Dandim Pati Cup 2026 di Safin Arena Pati
Pemerintah bersama BRIN berencana membangun Museum Situs Ngasingan di kawasan Patiayam. Kehadiran museum diharapkan mampu menjaga pelestarian warisan prasejarah.
“Musuem Situs Ngasingan menjadi destinasi wisata edukasi baru yang mengenalkan sejarah kehidupan purba kepada masyarakat luas, ” tambahnya.
Dengan potensi temuan fosil yang masih besar, kata Retno, ekskavasi tahun ketiga ini diharapkan mampu membuka lebih banyak tabir kehidupan masa lalu. Selain itu, mengukuhkan Patiayam sebagai salah satu kawasan prasejarah paling penting di Indonesia. (pra)






