
Kegiatan penanaman bibit mangrove dan pohon cemara di Pantai Ujung Piring dan Sungai Mlonggo Jepara. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Jepara – Ancaman serius abrasi di sepanjang Sungai Mlonggo di Desa Jambu Kabupaten Jepara, memantik keprihatinan kalangan mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Mereka pun turun tangan menanggulangi masalah abrasi, yang selama ini mengganggu aktivitas para nelayan saat melaut. Melalui Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Jepara Bhavana, melakukan kegiatan berfokus pelestarian lingkungan di Bumi Kartini.
Kolaborasi aktif melibatkan mahasiswa UGM, pemerintah desa dan warga setempat, bergotong royong melakukan upaya mitigasi bencana. Mereka menanam 80 bibit mangrove dan 20 pohon cemara di Pantai Ujung Piring.

Aksi ini dilanjutkan dengan penanaman 130 pohon cemara di sepanjang Sungai Mlonggo, Desa Jambu. Hal ini untuk menanggulangi masalah abrasi yang selama ini mengganggu aktivitas para nelayan saat melaut.
Selain peduli kelestarian lingkungan, agenda pengabdian masyarakat juga berfokus pada penguatan ekonomi kreatif di wilayah Kecamatan Mlonggo Jepara.
Kegiatan yang berlangsung sejak akhir Juli hingga awal Agustus 2026 ini melibatkan kolaborasi aktif antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga setempat.
Baca Juga: Ahmad Husnus Saqib dan Alvi Nazlatun Najah Dinobatkan Mas & Mbak Duta Wisata Pati 2026
“Respon warga sangat baik khususnya di Sungai Mlonggo, karena lokasi tersebut dekat dengan pelabuhan perahu,” ujar Muhammad Anis Husein, perwakilan tim KKN UGM pada Senin (3/8/2026).
Menurut Anis, adanya abrasi sangat mengganggu nelayan Jepara. Karena itu, penanaman pohon diharapkan membantu nelayan agar bisa terus melaut.
Dalam program KKN UGM kali ini, juga menyelenggarakan agenda sosial dan kesehatan di Balai Desa Karanggondang pada Sabtu (1/8/2026).
Selanjutnya di sektor ekonomi, tim berkolaborasi dengan Dekranasda dan Dinsospermades Provinsi Jawa Tengah menggelar workshop strategi pemasaran sederhana bagi pelaku UMKM.
Sementara itu, Petinggi Karanggondang, H. Ali Ronzi, Ach, mendukung penuh terhadap kehadiran para mahasiswa. Sebab program KKN ini memberikan dampak progresif bagi desa, terutama dalam peningkatan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi.
“Kami sangat mendukung, karena kehadiran KKN ini membawa banyak progres dan keuntungan untuk desa kami, baik dari sisi teknologi maupun ilmu. Kami bahkan dibantu membuat profil desa untuk lomba desa,” ungkap H. Ali Ronzi.
Ronzi berharap agar kemitraan dengan UGM, dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Hal itu guna memberikan dampak positif jangka panjang bagi perilaku dan pengetahuan masyarakat desa. (pra)






