Home » Ribuan Massa Kepung Mapolresta Pati, AMPB Suarakan Desakan Penuntasan Kasus dan Evaluasi Kinerja Aparat
Screenshot_20260513_162535

PATI — Gelombang aksi massa kembali mengguncang Kabupaten Pati. Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar demonstrasi besar-besaran dengan memadati kawasan depan Mapolresta Pati, Rabu (13/5/2026) siang.

Aksi yang berlangsung usai salat Dhuhur itu dipimpin oleh Supriyono yang akrab disapa Botok bersama Teguh. Massa datang secara bergelombang dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Pati dengan membawa poster, spanduk tuntutan, serta menyampaikan orasi secara bergantian di bawah penjagaan ketat aparat keamanan.

Dalam aksi tersebut, AMPB menyoroti sejumlah persoalan hukum yang dinilai hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu tuntutan utama yang disuarakan yakni percepatan penanganan kasus pembunuhan Tongtek Talun. Massa mendesak aparat kepolisian segera menindak dan menangkap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Koordinator lapangan aksi, Supriyono alias Botok, menegaskan bahwa masyarakat menginginkan kepastian hukum yang nyata, bukan sekadar janji penanganan.

“Kami hadir membawa suara masyarakat. Penegakan hukum harus berjalan tegas dan transparan. Jangan sampai kepercayaan publik terus terkikis karena lambannya penyelesaian perkara,” tegasnya di hadapan ribuan peserta aksi.

Tak hanya itu, massa juga mendesak aparat untuk menuntaskan pengusutan kasus pembunuhan di wilayah Sukolilo yang menurut mereka masih menyisakan banyak pertanyaan di tengah publik.

Sorotan lain yang mencuat dalam aksi tersebut adalah dugaan perubahan status tanah milik Desa Tambahmulya yang disebut telah beralih menjadi aset milik institusi Polri. Para demonstran meminta penjelasan terbuka kepada publik terkait dasar hukum dan proses administrasi pengalihan hak atas lahan tersebut.

Di tengah jalannya demonstrasi, sejumlah poster yang dibentangkan peserta aksi juga berisi kritik keras terhadap kepemimpinan Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi. Sebagian massa secara terbuka menyuarakan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pimpinan kepolisian setempat.

Menurut AMPB, berbagai persoalan hukum besar yang mencuat di Kabupaten Pati hingga kini dinilai belum ditangani secara maksimal, sehingga memunculkan keresahan dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat.

Meski berlangsung dengan tensi tinggi, aksi demonstrasi tetap berjalan kondusif di bawah pengawalan aparat gabungan. Massa menegaskan akan terus mengawal berbagai tuntutan tersebut hingga ada langkah konkret dari pihak berwenang.