Home » Universitas Safin Pati Perkuat Ekosistem Pembinaan Atlet Melalui Sharing Session Keolahragaan
IMG-20260704-WA0032

Pemaparan materi oleh narasumber dalam sesi seminar di aula USP. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Safin Pati (USP) menggelar Sharing Session Keolahragaan, yakni bertajuk “Implementasi Long Term Athlete Development (LTAD) Menuju Indonesia Emas 2045” di Universitas Safin Pati, Sabtu (4/7/2026).

 

Agenda yang terbuka untuk umum ini pada Sabtu (4/7/2026), menghadirkan Analis Kebijakan Ahli Pertama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Wahyu Eko Prasetyo, S.Si., QRMA. Wahyu sebagai pemateri untuk membahas pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan.

 

CEO Safin Sports School, Rafi Rizqullah Arifin menegaskan, bahwa Yayasan Safin Bina Bangsa memiliki komitmen kuat memajukan dunia olahraga.

 

Mahasiswa Universitas Safin Pati antusias mengikuti kegiatan seminar (kanalmuria)

 

Menurut Rafi, dukungan terhadap pengembangan olahraga tidak hanya diwujudkan melalui program pembinaan saja. Namun juga melalui penyediaan fasilitas yang memadai, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

“Kita pasti support, selama ini Yayasan Safin Bina Bangsa sangat mengedepankan olahraga. Dari sarana dan prasarana yang kita miliki sudah sangat cukup dan akan kita terus kembangkan serta menguatkan infrastrukturnya dan juga SDM,” ujar Rafi kepada wartawan Kanalmuria.

 

Dalam kesempatan yang sama, Wahyu Eko Prasetyo menjelaskan, bahwa konsep Long Term Athlete Development tidak hanya berfokus pada prestasi atlet saat masih aktif bertanding. Namun juga menyiapkan masa depan mereka, setelah menyelesaikan pendidikan.

 

Mahasiswa Universitas Safin Pati melakukan sesi tanya jawab dengan narasumber. (kanalmuria)

 

Wahyu menegaskan, atlet harus tetap memiliki kesempatan untuk terus berkontribusi di dunia olahraga melalui jalur akademik maupun profesi.

 

Atlet yang ada di Universitas Safin Pati, kata Wahyu, harapannya ketika mereka lulus, masih bisa berkecimpung di dunia olahraga.

 

“Kalau misalkan dia lulus sebagai Sarjana Pendidikan Jasmani, dia bisa melanjutkan ke tingkat magister, doktoral ataupun profesor, ” terang Wahyu.

 

Apabila atlet lulusan Universitas Safin Pati misalkan menjadi pengajar, imbuh Wahyu, maka dia akan memberikan materi yang sesuai dengan kategori usia dan jenis kelamin serta disesuaikan dengan pelatihan serta minat bakat olahragawan yang statusnya sebagai pelajar.

 

Melalui pendekatan Long Term Athlete Development, maka pembinaan atlet dinilai harus dilakukan secara bertahap sesuai usia, karakteristik fisik, dan kebutuhan perkembangan setiap individu.

 

Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Dengan begitu, atlet tidak hanya mampu berprestasi di arena kompetisi saja. Namun. juga memiliki kompetensi untuk menjadi pelatih, pendidik, peneliti, maupun akademisi di bidang olahraga.

 

Kegiatan Sharing Session Keolahragaan ini, menjadi wadah bagi mahasiswa, akademisi, dan masyarakat untuk memperluas wawasan mengenai strategi pembinaan olahraga nasional.

 

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia olahraga, Universitas Safin Pati berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan olahraga yang berkelanjutan. (krp)