
Mendikdasmen Abdul Mu'ti hadiri Milad ke-25 TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kabupaten Kudus. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, KUDUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD), melalui kebijakan nasional yang memasukkan taman kanak-kanak (TK) ke dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun.
Bahkan mulai tahun 2016, ribuan murid TK dari keluarga sasaran juga mulai menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Kabar gembira itu dikatakan Mendikdasmen, Prof. Dr..Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara utama dalam peringatan Milad ke-25 TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain, di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah ingin memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini. Sebab masa tersebut merupakan periode paling menentukan dalam pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia.
“Program wajib belajar sekarang dimulai dari taman kanak-kanak. Karena pendidikan anak usia dini adalah fondasi yang menentukan keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya,” ujar Abdul Muti.
Ia menjelaskan, mulai tahun ini peserta didik TK yang masuk kategori penerima Program Indonesia Pintar (PIP) segera memperoleh bantuan sebesar Rp450 ribu per tahun.
Pemerintah menargetkan sekitar 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia menerima manfaat program tersebut. Kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan usia dini.
“Sekaligus upaya meningkatkan angka partisipasi sekolah sejak jenjang prasekolah, ” tandasnya.
Tak hanya menyasar peserta didik, pemerintah juga memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui program beasiswa sarjana (S-1) bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik.
“Tahun ini kami menyediakan sekitar 150 ribu kuota beasiswa bagi guru yang belum S-1, baik guru negeri maupun swasta, termasuk guru PAUD, TK, dan pendidikan nonformal. Beasiswa diberikan sebesar Rp3 juta per semester melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL),” jelasnya.
Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menjalankan program Satu Hari Belajar Guru. Yakni pelatihan rutin yang difasilitasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), serta komunitas guru untuk meningkatkan kompetensi pendidik.
Abdul Mu’ti menegaskan, guru taman kanak-kanak memiliki peran yang sangat strategis. Karena menjadi orang pertama yang membangun fondasi karakter dan kebiasaan belajar anak.
“Kalau pendidikan diibaratkan menanam pohon, maka pendidikan anak usia dini adalah menanam akar. Akar yang kuat akan menghasilkan pohon yang kokoh. Karena itu guru TK memiliki tugas yang sangat mulia,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar proses pembelajaran di TK tidak terlalu menekankan aspek akademik. Namun pendidikan usia dini harus lebih diarahkan pada pembentukan karakter, kemampuan motorik, bahasa, kreativitas, keberanian, dan kemampuan bersosialisasi.
“Jangan sampai anak TK dibebani pelajaran yang tidak sesuai usianya. Yang paling penting adalah mereka senang belajar, tumbuh percaya diri, mengenal aturan sosial, dan memiliki karakter yang baik,” tegasnya.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kudus Eny Alifah Kurnia, jajaran tokoh pendidikan, anggota DPRD, pimpinan OPD, serta ratusan guru dan wali murid.(pra)






