Home » Truk Tebu Mengular, Jalan Berlumpur dan Toko Tertutup: PG Trangkil Dinilai Gagal Atur Sirkulasi
Screenshot_20260517_212706

Minggu, 17 Mei 2026 — Kondisi lalu lintas di sekitar emplasemen Pabrik Gula Trangkil kembali dikeluhkan warga dan para pedagang. Antrean panjang truk bermuatan tebu yang hendak masuk ke area pabrik disebut semakin tidak terkendali hingga memicu kemacetan, jalan berlumpur, serta rawan kecelakaan bagi pengguna jalan.

Sejumlah warga merasa resah manajemen Pabrik Gula Trangkil gagal mengatur sirkulasi kendaraan angkutan tebu saat musim giling berlangsung. Truk-truk besar tampak mengular hingga memakan badan jalan, sementara kondisi jalan yang licin, berlubang, dan dipenuhi tanah bercampur lumpur usai hujan membuat pengendara roda dua harus ekstra hati-hati saat melintas.

Tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, antrean truk juga dikeluhkan para pemilik toko di sekitar lokasi. Banyak pertokoan tertutup badan kendaraan sehingga pembeli kesulitan berhenti maupun masuk ke area usaha.

“Kalau hujan tambah parah. Jalan jadi seperti kubangan lumpur, licin dan berbahaya. Truk berhenti berjam – jam menutup toko. Pembeli jadi malas datang,” keluh salah satu warga sekitar.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar terhadap kebijakan pimpinan Pabrik Gula Trangkil dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan selama musim giling. Warga menilai persoalan ini terus berulang setiap tahun namun belum ada solusi nyata yang mampu mengurai kemacetan maupun mengurangi dampak bagi masyarakat sekitar.

Selain pihak pabrik, sorotan juga diarahkan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Pati dan Satlantas Polresta Pati. Bagaimana langkah konkret pemerintah dan aparat lalu lintas dalam melakukan pengaturan arus kendaraan berat agar tidak menimbulkan kemacetan panjang dan potensi kecelakaan di kawasan tersebut.

Warga berharap ada tindakan tegas dan evaluasi serius terkait sistem antrean truk tebu, termasuk rekayasa lalu lintas, penyediaan kantong parkir, hingga penertiban kendaraan agar aktivitas masyarakat dan pelaku usaha tidak terus menjadi korban setiap musim giling tiba.

Jangan sampai kepentingan industri mengorbankan keselamatan pengguna jalan dan mematikan usaha warga kecil.

Kanalmuria