Home » Pengangguran Bertambah Jika MBG Distop, BRIS Sebut Hasil Bumi Pati Diserap SPPG
IMG-20260624-WA0012

Barisan Rakyat Indonesia Sejahtera dukung program MBG. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati– Di tengah derasnya desakan penghentian program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, Barisan Rakyat Indonesia Sejahtera  (BRIS) di Pati justru membawa sejumlah tuntutan mengejutkan.

 

Massa dari Barisan Rakyat Indonesia Sejahtera malah menyuarakan dukungan program MBG agar terus berlanjut. Aspirasi mereka diluapkan melalui unjuk rasa damai di kawasan Alun-Alun Pati.

 

Dalam aksinya, massa menyampaikan dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan lainnya terhadap keberlanjutan program MBG di Indonesia khususnya di Kabupaten Pati.

 

Program MBG sangat berdampak nyata ke warga Pati. (kanalmuria)

 

Massa mengklaim bahwa manfaat positif dari program strategis Presiden Prabowo Subianto ini. Mereka juga menyoroti penyerapan hasil bumi oleh dapur umum program pemenuhan gizi.

 

“Yang biasa harga murah jadi distok di dapur MBG, kemudian para petani menjadi sejahtera. Biasanya telur yang dijual sampai busuk tidak laku, sekarang dimasukkan ke MBG jadi laku,” ucap Anang, Orator Aksi Barisan Rakyat Indonesia Sejahtera.

 

​Anang mengakui bahwa ​manfaat nyata program MBG. Sebab terdapat lebih dari satu juta orang menggantungkan mata pencaharian mereka pada program MBG.

 

Keberadaan program MBG yang disuplai dari sejumlah SPPG yang ada di Pati, juga dirasakan langsung oleh Rinawati.

 

Wanita yang sehari-hari bekerja di bagian pengemasan (packing) di dapur SPPG ini, menilai bahwa MBG sebagai jembatan bagi warga berusia di atas 40 tahun yang kesulitan mencari lapangan kerja formal.

 

​”Satu titik SPPG minimal mempekerjakan 50 orang karyawan. Kalau sampai ditutup, angka pengangguran akan melonjak tajam,” terang Rinawati.

 

Massa juga membeberkan sejumlah​ hasil bumi dari Kabupaten Pati yang selama ini diserap SPPG. Diantaranya jeruk yang dpasok dari Desa Soneyan, ​pisang dari Desa Tompegunung.

 

Selanjutnya produk ​protein lokal seperti ikan lele, daging ayam, dan telur dari peternak lokal Pati kini memiliki pasar yang pasti. (pra)