Home » Panggung Festival Film Anak Bangsa 2026 Ruang Kreasi Sineas Kudus
IMG-20260621-WA0035

Tari Lajur Caping Kalo dan Tari Caping Kalo tampil saat malam penganugerahan FFAB 2026. (key rasya/kanalmuria)

Kanalmuria.com- Kudus– Tari Lajur Caping Kalo dan Tari Caping Kalo sebagai identitas Kota Kudus, tampil saat malam penganugerahan Festival Film Anak Bangsa (FFAB) 2026.

 

Sembilan nominator peraih penghargaan terbaik FFAB 2026, diumumkan pada ajang perfilman kancah nasional di Balai Budaya Rejosari Kudus, Sabtu (20/6/2026) malam.

 

Malam puncak FFAB semakin istimewa dengan hadirnya aktris Indonesia Faradina Mufti. Aktris ini menjadi salah satu dewan juri.

 

Sejumlah nominator peraih penghargaan terbaik diumumkan saat malam FFAB 2026 (key rasya/kanalmuria)

 

Selain Faradina, sutradara Ravacana Films, Wahyu Agung Prasetyo turut memeriahkan panggung penghargaan bagi para sineas muda daerah.

 

“Festival ini lahir dari semangat menghadirkan ruang berkesenian inklusif bagi sineas daerah, ” ujar Asa Jatmiko selalu penggagas FFAB dan perwakilan GsT Production.

 

Asa menyebut bahwa penyelenggaraan FFAB yang telah memasuki tahun kedua ini, semakin meluas antusiasnya. Hal ini menunjukkan geliat ekosistem sineas daerah tumbuh subur di berbagai kota.

 

“Peserta yang berpartisipasi dari berbagai wilayah, mulai Sumatera, Lombok, Samarinda, Flores hingga Papua,” terang Asa.

 

Asa menjelaskan, ada sebanyak 249 film karya anak bangsa yang telah masuk database. Selanjutnya ditayangkan dalam platform sinea.id yang diluncurkan pada malam puncak FFAB.

 

Melalui FFAB ini, Asa ingin tumbuh dan berkembang bersama para sineas daerah dan komunitas film. Kehadiran rumah produksi FFAB menjadi ruang kreasi untuk mencerdaskan anak bangsa melalui kesenian dan kebudayaan,

 

“Hal ini memperkuat ekosistem perfilman daerah agar terus eksis,” tutur Asa yang juga pemimpin Teater Djarum Kudus.

Setelah melalui proses kurasi panjang dari 30 nominasi terbaik, tiga dewan juri sepakat mengumumkan 9 kategori penghargaan terbaik.

 

Faradina Mufti mengaku terkesan dengan kualitas film-film yang masuk dalam tahap kurasi. Sebab 30 karya yang masuk nominasi, menunjukkan keseriusan para sineas muda menggarap film, mulai dari aspek skenario, artistik hingga penyutradaraan.

 

“Saya cukup kaget melihat film-film yang terkurasi. Ini bukan film yang dikerjakan seadanya, tetapi dipersiapkan dengan sangat baik. Menentukan lima nominasi di setiap kategori juga cukup sulit,” kata Faradina.

 

Menurutnya, ekosistem perfilman dan potensi sineas muda Indonesia saat ini sangat menjanjikan. Ia berharap karya-karya mereka tidak berhenti pada festival ini saja. Namun terus berkembang, sehingga pesan-pesan dan karya mereka bisa dirayakan di lebih banyak tempat.

 

Soal tema yang diangkat, Fara juga menyebut tema tersebut sangat menarik karena mengangkat hal-hal kecil yang tidak terlihat.

 

“Dari hal-hal kecil yang sering tidak terlihat dalam keseharian, kita diajak membuka mata lebih lebar, lebih menghargai sekitar, dan membangun empati,” paparnya.

 

Nominator peraih FFAB

 

Adapun 9 peraih penghargaan terbaik dalam FFAB 2026 adalah Film Tutup Hari Kiamat meraih penghargaan Penata Skoring Terbaik. Film Kotak Amal menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni kategori Artistik Terbaik dan Film Penghargaan Khusus.

 

Berikutnya kategori Editor Terbaik diraih Charles E dengan film The Grass and Not Very Grassy Kinda Thing It Does. Kategori pemeran pendukung terbaik didapat Putri Ramadhani berkat perannya sebagai Dinda dalam film Tutup Hari Kiamat.

 

Dalam kategori Aktor Terbaik diraih Firman Marpaung melalui film Harun, sedangkan Aktris Terbaik diraih Gendhis Maharany atas penampilannya dalam A Tale of Two Nomads.

 

Sementara itu, kategori sutradara terbaik diraih M. Kanz Daffa dengan filmnya Will Today Be A Happy Day. Film tersebut juga berhasil meraih penghargaan tertinggi sebagai Film Terbaik FFAB 2026.

 

Kartika Candra Putri, perwakilan Jagad Raya Film dari Samarinda mengaku bangga karena film Kotak Amal berhasil meraih penghargaan Artistik Terbaik.

 

Ia mengapresiasi adanya FFAB yang menjadi ruang membangun semangat komunitas perfilman daerah untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi perkembangan industri film nasional.

 

“Kami berharap film-film yang kami produksi dapat memberikan inspirasi, hiburan, dan manfaat bagi masyarakat. Semoga ekosistem film di Indonesia semakin kreatif, semakin keren, dan semakin inovatif,” pungkasnya.(krp)