
Kecamatan Gabus menjadi wilayah dengan lahan pertanian paling luas yang terancam terdampak kekeringan. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, Pati – Kekeringan yang melanda Kabupaten Pati pada musim kemarau 2026,mulai mengancam sektor pertanian. Debit air Sungai Silugonggo yang menyusut drastis, berpotensi membuat 2.655 hektare lahan padi gagal panen atau puso.
Kecamatan Gabus menjadi wilayah dengan lahan pertanian paling luas yang terancam terdampak kekeringan. Tercatat 764 hektare sawah di Kecamatan Gabus, saat ini masuk dalam wilayah yang rawan mengalami gagal panen akibat kekurangan air.
Ancaman gagal panen juga membayangi lahan pertanian di sejumlah kecamatan lainnya. Rinciannya, 706 hektare sawah di Kecamatan Pati dan 469 hektare di Margorejo.
Selain itu, seluas 442 hektare di Jakenan, dan 210 hektare di Kayen berpotensi mengalami puso akibat kekeringan.
“Ada sekitar 2.655 hektare lahan pertanian padi dari 3.057 lahan yang saat ini terancam gagal panen akibat kekeringan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati, Ratri Wijayanto.
Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, Pemkab Pati berupaya menambah pasokan air ke Sungai Silugonggo. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk pengairan lahan pertanian yang terdampak.
Sungai Silugonggo Menyusut
Upaya penambahan pasokan air tersebut, dilakukan Pemkab Pati dengan mengirimkan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pemerintah berharap adanya bantuan penggelontoran air ke Sungai Silugonggo, untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
“Potensi gagal panen pastinya ada. Namun, Pak Plt Bupati Pati masih berupaya bersurat ke BBWS Pemali Juwana sebagai bentuk upaya penggelontoran di Sungai Silugonggo agar airnya nanti bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” ungkap Ratri.
Selain mengupayakan tambahan pasokan air, pemerintah juga akan terus memantau perkembangan kondisi lahan pertanian dan ketersediaan sumber air selama musim kemarau 2026.
Ratri berharap penggelontoran air ke Sungai Silugonggo dapat membantu mempertahankan produktivitas pertanian di Kabupaten Pati.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu mengurangi risiko kerugian yang harus ditanggung petani akibat kekeringan dan ancaman gagal panen. (pra)






