Home » Kekeringan di Pati Meluas, 45 Ribu Warga Terdampak Krisis Air Bersih
IMG-20261019-WA0025

Bantuan air bersih terus disalurkan kepada ribuan warga terdampak ke kekeringan di Pati. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Kekeringan yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, belum sepenuhnya teratasi. Sebanyak 45.618 jiwa dari 13.698 kepala keluarga (KK) di 75 desa yang tersebar di 12 kecamatan terdampak bencana tersebut.

 

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Pati, telah menyalurkan hampir 5 juta liter air bersih selama periode 23 Juli hingga 14 Oktober 2026.

 

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pati, total bantuan air bersih yang disalurkan kedua instansi mencapai 4.707.000 liter atau setara dengan 978 tangki. Bantuan tersebut sebagai penanganan darurat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah terbatasnya ketersediaan air akibat kekeringan.

 

Baca Juga: Kasus Narkoba di Jepara Meroket, Anak di Bawah Umur Dilibatkan Jadi Kurir Sabu

 

Dari total bantuan tersebut, BPBD Kabupaten Pati menyalurkan 620 tangki air bersih dengan volume mencapai 2.917.000 liter. Sementara itu, PMI Pati mendistribusikan 358 tangki dengan total volume 1.790.000 liter.

 

Pendistribusian dilakukan ke sejumlah desa terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Air bersih itu untuk minum, memasak, dan sanitasi. Sebab keterbatasan pasokan air dapat mengganggu aktivitas rumah tangga.

 

Sebanyak 12 kecamatan masuk dalam peta wilayah terdampak kekeringan. Diantaranya Dukuhseti, Tayu, Pati, Jakenan, Batangan, Jaken, Gabus, Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Winong, dan Pucakwangi.

 

Tingkat kekeringan di wilayah tersebut bervariasi, mulai dari kategori ringan, sedang, tinggi, hingga berat. Pengelompokan ini menggambarkan perbedaan dampak kekeringan di setiap wilayah berdasarkan data yang dihimpun.

 

Meski bantuan air bersih terus disalurkan, luasnya wilayah terdampak membuat penanganan kekeringan membutuhkan koordinasi lintas sektor.

 

Baca Juga: Bencana Kekeringan Melilit Warga Jabungan Semarang, Polda Jateng Gerojok Bantuan Air Bersih

 

Pemerintah daerah, BPBD, PMI, pemerintah desa, dan pihak terkait perlu memastikan distribusi bantuan menjangkau warga yang paling membutuhkan.

 

Melalui penyaluran air bersih tersebut, Pemkab Pati berharap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi. Langkah penanganan juga diperlukan untuk mengurangi beban warga selama kekeringan masih mengancam ketersediaan air bersih. (pra)

1 thought on “Kekeringan di Pati Meluas, 45 Ribu Warga Terdampak Krisis Air Bersih”

Comments are closed.