Home » Bencana Kekeringan Melilit Warga Jabungan Semarang, Polda Jateng Gerojok Bantuan Air Bersih
IMG-20261019-WA0024

Bantuan air bersih dari Bidhumas Polda Jateng bagi warga Jabungan. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Semarang– Galon-galon dan jerigen kosong dibawa keluar rumah, kini mewarnai halaman rumah warga di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang Jawa Tengah.

 

Warga menanti kedatangan truk tangki yang membawa bantuan air bersih. Mereka juga berharap bisa mengisi kembali persediaan yang kian menipis.

 

Di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, kekeringan bukan sekadar membuat sumur berhenti mengalir. Namun juga mengubah cara warga memenuhi kebutuhan paling mendasar: mandi, mencuci, memasak, hingga beribadah.

 

Bantuan air bersih digunakan untuk mandi cuci dan berwudhu. (kanalmuria)

 

Sudah berbulan-bulan warga kelurahan setempat, bergulat dengan keterbatasan air. Sumur yang biasanya menjadi tumpuan mulai mengering. Sumber air sungai pun tak lagi bisa diandalkan.

 

Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa menunggu bantuan yang datang silih berganti. Bahkan, kebutuhan air di tempat ibadah di Kelurahan Jabungan pun ikut terdampak.

 

Dua tandon di Masjid Al Hidayah membutuhkan pasokan air tambahan, agar jamaah tetap memiliki air untuk berwudu.

 

Baca Juga: Taman Watika Mandapa Kudus Segera Rampung, Anak-anak Bakal Punya Ruang Bermain Gratis

 

Di tengah situasi tersebut, dua truk tangki membawa total 16.000 liter air bersih ke Jabungan, Senin (19/10/2026). Bantuan dari Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jawa Tengah itu, disalurkan kepada 134 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga RT di RW 3.

 

Bagi warga, kedatangan truk tangki bukan sekadar kegiatan bakti sosial. Air yang dibawa menjadi penyangga kebutuhan keluarga di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

 

Warga mengisi galon-galon yang dibawa dari rumah. Sebagian air juga digunakan untuk memenuhi tandon penampungan, termasuk dua tandon di Masjid Al Hidayah.

 

Namun di balik bantuan tersebut, ada persoalan yang belum tuntas. Kebutuhan air bersih terus berjalan setiap hari, sedangkan persediaan warga bergantung pada pasokan yang datang.

 

Kekeringan Meluas, Sumur Mengering

 

Lurah Jabungan Muhammad Hasani mengatakan, persoalan kekurangan air bersih telah berlangsung sejak sekitar Juli 2026. Memasuki September dan Oktober, wilayah terdampak semakin meluas, terutama di RW 3, RW 4, dan RW 5.

 

Selama musim penghujan, warga masih mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kemarau berkepanjangan membuat sumber air tersebut mengering.

 

Sungai yang sebelumnya bisa dimanfaatkan warga juga mengalami kondisi serupa. Akibatnya, bantuan distribusi air bersih menjadi kebutuhan yang sulit dihindari.

 

Baca Juga: Kedok Warnet Terbongkar! Polda Jateng Gerebek Lokasi Judi Online di Semarang

 

“Praktis hampir setiap hari ada dropping air bersih. Kalau untuk teratasi secara permanen, belum. Kami berusaha semaksimal mungkin dengan menyalurkan air bersih karena memang warga masih sangat membutuhkan,” ujar Muhammad Hasani.

 

Pernyataan itu menggambarkan beratnya persoalan yang dihadapi masyarakat Jabungan. Bantuan air memang dapat memenuhi kebutuhan untuk sementara waktu. Namun tidak serta-merta mengakhiri ketergantungan warga pada pasokan dari luar.

 

Sambari (54), salah seorang warga penerima bantuan, mengaku sangat terbantu dengan distribusi air bersih tersebut. Meski demikian, jumlah air yang datang terkadang belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

 

Warga pun harus menghemat persediaan agar air yang diperoleh bisa digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga.

 

Harapan mereka sederhana: hujan segera turun, sumur kembali terisi, dan air bersih bisa diperoleh tanpa harus menunggu kedatangan truk tangki.

 

Plt. Camat Banyumanik Sri Martini mengatakan, koordinasi penyaluran air bersih telah dilakukan sejak September dengan melibatkan berbagai pihak. Termasuk melibatkan perangkat daerah, Palang Merah Indonesia (PMI), dan penyedia layanan air bersih.

 

Bantuan 16.000 liter air bersih tersebut disalurkan Bidhumas Polda Jateng dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Humas Polri.

 

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menambahkan, peringatan HUT ke-75 Humas Polri melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan nyata warga.

 

“Kami berharap bantuan ini meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Polri hadir memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan yang humanis,” ujarnya.

 

Di Jabungan, 16.000 liter air bersih itu setidaknya membantu warga melewati hari ketika sumur tak lagi bisa diandalkan.

 

Namun, selama hujan belum turun dan akses air belum pulih, galon-galon kosong masih akan menjadi pengingat bahwa bagi sebagian warga, mendapatkan air bersih bukan perkara sederhana, melainkan perjuangan yang harus dihadapi setiap hari (pra)

1 thought on “Bencana Kekeringan Melilit Warga Jabungan Semarang, Polda Jateng Gerojok Bantuan Air Bersih”

Comments are closed.