Home » Jalan Rusak di Tompegunung Pati Diperbaiki dengan Dana Rp3 Miliar usai Didemo Warga
WhatsApp Image 2026-06-20 at 9.05.51 PM

Aksi unjuk rasa warga Desa Tompegunung Kecamatan Sukolilo terkait jalan rusak di desa mereka, direaksi cepat oleh pemangku kebijakan di Kabupaten Pati. (key rasya/kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati- Aksi unjuk rasa warga Desa Tompegunung Kecamatan Sukolilo terkait jalan rusak di desa mereka, direaksi cepat oleh pemangku kebijakan di Kabupaten Pati.

 

Bahkan Pemkab Pati menjanjikan anggaran Rp 3 Miliar, untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak di Dukuh Gelut, Desa Tompegunung. Kepastian perbaikan jalan rusak diperoleh, saat kunjungan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

 

Di hadapan warga desa setempat, Chandra memastikan perbaikan ruas jalan yang rusak selama puluhan tahun dan dikeluhkan warga segera dibenahi. Pemkab setempat mengalokasikan dana sekitar Rp3 miliar.

 

Warga Desa Tompegunung harapkan jalan desa mereka diperbaiki. (key rasya/kanalmuria)

 

Menurut Chandra, anggaran dari APBD Perubahan Tahun 2026 itu untuk penanganan jalan rusak sepanjang kurang lebih satu kilometer.

 

Peninjauan dilakukan, setelah Pemkab Pati menerima keluhan masyarakat terkait kondisi jalan penghubung Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, dengan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen.

 

Chandra didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Kabupaten Pati, melihat langsung tingkat kerusakan di lapangan pada Sabtu (20/6/2026).

 

“Ini (jalan rusak) sudah kita survei dan kita cek. Nanti di anggaran perubahan kita anggarkan Rp3 miliar. Mungkin sekitar 1 kilometer, ” terang Chandra.

 

Chandra menyebut bahwa pelaksanaan pengerjaan proyek jalan sekitar bulan September atau Oktober.

 

“Perbaikan jalan tersebut memang belum masuk dalam APBD murni tahun 2026, sehingga proses pembangunannya akan diupayakan melalui APBD Perubahan, ” tambahnya.

 

Pembenahan jalan rusak tersebut dilakukan, sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan warga Desa Tompegunung kepada pemerintah daerah.

 

“Setelah mendengar keluhan masyarakat, kami turun untuk memastikan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganannya,” kata Chandra.

 

Kunjungan tersebut disambut warga setempat, yang selama ini mengandalkan ruas jalan tersebut sebagai akses utama aktivitas sehari-hari.

 

Jalan itu menjadi jalur penghubung bagi masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, maupun untuk mengangkut hasil pertanian.

 

Sementara itu, salah satu perangkat Desa Tompegunung, Sumarlan, mengaku bahwa kerusakan jalan telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, menjadi harapan besar masyarakat untuk segera diperbaiki.

 

“Semoga segera dibangun. Jalan rusak di sini sudah puluhan tahun. Jalan ini dilewati warga untuk ke sekolah, rumah sakit, pasar, dan berbagai aktivitas lainnya,” tutur Sumarlan.

 

Dengan masuknya rencana perbaikan jalan ke APBD Perubahan 2026, warga berharap akses transportasi di wilayah Tompegunung dan sekitarnya menjadi lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. (krp)