
Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu dan delegasi pengusaha Singapura dan Tiongkok. (kanalmuria)
Kanalmuria.com, SEMARANG Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu beserta delegasi pengusaha dari Singapura dan Tiongkok, melakukan lawatan kerja di Provinsi Jawa Tengah.
Selama lawatan tersebut, Dr Zhang Lu dan rombongan Singapura dan Tiongkok juga berkunjung di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Kunjungan diterima Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama jajarannya.
Kerja sama International Zheng He Society dengan memanfaatkan kedekatan sejarah antara Jawa Tengah dan Laksamana Zheng He, atau yang juga dikenal sebagai Cheng Ho.

“Kerja sama ke depan tidak hanya diarahkan pada bidang kebudayaan, tetapi juga membuka peluang penguatan investasi dan perdagangan, ” ujar Ahmad Luthfi.
Menurut Lutfhi, jejak sejarah Laksamana Cheng Ho mampu menjadi penghubung Jawa Tengah dengan dunia internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng International Zheng He Society dari Singapura, untuk memperkuat kerja sama di bidang budaya dan peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas.
“Bahkan beberapa pengusaha yang diajak oleh beliau (Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu), juga sudah berinvestasi di KITB Batang,” ujar Lutfhi.
Luthfi menyebut, Singapura menjadi salah satu sumber investasi asing terbesar di Jawa Tengah. Persentase Penanaman Modal Asing (PMA) di Jateng mencapai 48 persen.
Selain investasi, ekspor Jawa Tengah ke Singapura juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, nilai ekspor Jawa Tengah ke Singapura mencapai 114,96 juta dolar AS. Produk yang banyak diminati antara lain tembakau, produk kayu, dan tekstil.
Sementara itu, Presiden International Zheng He Society Dr Zhang Lu mengatakan, Jawa Tengah khususnya Semarang, memiliki nilai sejarah yang kuat dan berpotensi dikembangkan sebagai kota wisata budaya kelas dunia.
“Kami banyak bergerak di bidang budaya, artificial intelligence (AI), dan teknologi baru, untuk mempromosikan kebudayaan,” katanya.
Zhang Lu menilai, promosi budaya tidak cukup hanya mengandalkan destinasi wisata. Setiap daerah perlu memiliki narasi sejarah yang kuat, agar mampu menarik wisatawan, investor, maupun pelaku industri kreatif.
“Semoga ke depan bisa terhubung dengan Semarang, tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga menarik lebih banyak investor, kru film, perdagangan, dan kolaborasi lainnya,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Zhang Lu turut mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk menghadiri konferensi internasional dan gala dinner di Singapura pada September 2026.
“Undangan itu sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama di bidang budaya, investasi, perdagangan, dan pariwisata, ” imbuhnya. (pra)






