Home » Gunung Muria Kudus Berbenah Total : Jalur Pendakian Diperbaiki dan Pendaki Bakal Pakai Gelang GPS

Kanalmuria.com, Kudus- Kawasan wisata Pegunungan Muria Kudus dilakukan pembenahan infrastruktur dan sistem keselamatan pendakian. Hal ini dilakukan menyusul meningkatnya jumlah wisatawan dan para pendaki di pegunungan tersebut.

 

Pembenahan mulai dari peningkatan akses jalan menuju destinasi wisata dan perbaikan jalur pendakian. Selain itu, rencana penerapan gelang berteknologi Global Positioning System (GPS) bagi para pendaki yang menjelajahi wisata alam Muria.

 

Rencana tersebut mencuat saat kegiatan Explore Gunung Muria Chapter Puncak 29, Sabtu (18/7/2026). Bersama sekitar 550 peserta, agenda pendakian dilakukan dari Basecamp Semliro menuju Puncak 29.

 

Akses jalan menuju destinasi wisata dan perbaikan jalur pendakian Puncak 29 Gunung Muria segera ditingkatkan. (kanalmuria)

 

Explore Gunung Muria Chapter Puncak 29, sebagai upaya memperkenalkan dan memetakan kebutuhan pengembangan kawasan wisata Pegunungan Muria.

 

Meskipun wilayahnya tak begitu luas, Kabupaten Kudus memiliki potensi wisata alam yang sangat besar. Selain Puncak 29, terdapat sejumlah destinasi pendakian lain. Diantaranya Natas Angin, Argo Jembangan, Argo Piloso, hingga Songgo Langit yang layak dikembangkan menjadi tujuan wisata unggulan.

 

Baca Juga: Dinahkodai Sumarno, Kalender Event Trail Run Siap Digelar di Semua Daerah di Jateng

 

Karena itu, promosi destinasi wisata harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur. Wisatawan akan lebih tertarik berkunjung apabila akses menuju lokasi semakin mudah, fasilitas pendukung memadai, dan keamanan selama berwisata benar-benar terjamin.

 

“Pembangunan pariwisata tidak hanya soal promosi. Infrastruktur juga harus disiapkan agar wisatawan merasa nyaman ketika datang ke Kabupaten Kudus,” ujar Sam’ani Intakoris mewakili Pemkab Kudus.

 

Pemerintah daerah setempat terus mendorong pengembangan desa wisata di kawasan lereng Muria. Termasuk membuka akses jalan menuju objek wisata, sehingga kendaraan berukuran besar seperti bus pariwisata dapat menjangkau lokasi dengan lebih mudah.

 

“Akses yang baik akan membuka peluang lebih besar bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung,” terangnya.

 

Ia menyebut bahwa dampaknya tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan ke destinasi wisata saja. Namun juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM, homestay, jasa transportasi, hingga penyedia jasa pendakian.

 

“Akses jalan menjadi salah satu kunci berkembangnya destinasi wisata. Kalau aksesnya mudah, wisatawan akan semakin tertarik datang ke Kudus,” katanya.

 

Selain pembenahan akses jalan, kualitas jalur pendakian di sejumlah titik juga segera dilakukan. Upaya tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat,.agar pengembangannya dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

 

Keselamatan para pendaki juga mendapatkan perhatian serius. Kedepan, pemerintah segera mengkaji penerapan sistem registrasi pendaki yang lebih modern.

 

Selain itu, penggunaan gelang berteknologi GPS untuk memudahkan pemantauan posisi pendaki. Dan utamanya mempercepat proses evakuasi, apabila terjadi keadaan darurat atau pendaki tersesat.

 

Baca Juga: SD Safin Bina Bangsa Pati Makin Diminati, Sekolah Gratis dengan Fasilitas Lengkap Siap Jalani Akreditasi

 

“Infrastruktur dan manajemen pendakian harus terus diperbaiki agar wisata alam di Kudus semakin aman dan nyaman,” tegasnya.

 

Meski pembangunan infrastruktur terus didorong, namun pengembangan kawasan wisata alam Muria tetap harus mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan. Seluruh pembangunan harus dilakukan tanpa merusak ekosistem hutan yang menjadi kekayaan alam Kabupaten Kudus. (krp)