Home » Derita Warga Tunggulsari Pati Terendam Banjir Rob Mengusik Hati Ahmad Luthfi
IMG-20260624-WA0006

Tim Pemprov Jateng dan Pemkab Pati melihat pemukiman warga Tunggulsari Pati. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati– Dampak bencana rob yang melanda pemukiman Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, segera ditangani Pemerintah Provinsi Jateng.

 

Perbaikan tanggul jebol sepanjang sekitar 450 meter, dipastikan.sebagai langkah mendesak untuk menghentikan masuknya air rob ke permukiman warga. Penanganan itu menjadi prioritas pemprov setempat.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung kondisi rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.

 

Warga Tunggulsari terharu dan memeluk Ahmad Luthfi. (kanalmuria)

 

Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan, rehabilitasi tanggul jebol menjadi prioritas penanganan jangka pendek guna melindungi masyarakat dari genangan rob yang terus terjadi.

 

“Rob di wilayah Tayu, Pati, sudah kita cek, sudah kita rapatkan dan finalkan. Hari ini sudah kita ambil keputusan bahwa yang paling utama dalam waktu dekat adalah membuat tanggul,” ujar. Ahmad Luthfi di lokasi.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk rehabilitasi tanggul Tunggulsari sepanjang kurang lebih 450 meter.

 

“Perbaikan itu diharapkan mampu menahan limpasan air laut agar tidak kembali menggenangi rumah-rumah warga, ” terang Lutfi di sela sela peninjauan rob (24/6/2026).

 

Selain penanganan infrastruktur, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi logistik, bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan dasar lainnya

 

Saat memimpin rapat terbatas di lokasi, Luthfi meminta Pemerintah Desa Tunggulsari memastikan seluruh bantuan segera diterima warga yang membutuhkan.

 

“Kepala desa tolong pastikan bantuan ini tepat sasaran. Segera bagikan kepada masyarakat,” pinta Luthfi.

 

Ia juga menginstruksikan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah untuk terus melakukan pendampingan kepada masyarakat terdampak.

 

Tim kesehatan telah diterjunkan memberikan layanan kesehatan bagi warga. Sementara Dinas Pendidikan diminta memetakan dampak rob terhadap sekolah maupun peserta didik agar bantuan dapat segera diberikan.

 

Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Pemprov Jateng bersama Pemkab Pati dan instansi terkait akan menyusun langkah yang lebih komprehensif.

 

Upaya tersebut mencakup pengembangan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove, kajian pembangunan tanggul permanen, hingga pembangunan breakwater atau pemecah gelombang dengan dukungan pemerintah pusat.

 

“Jangka panjang pasti masih banyak yang harus kita lakukan. Nanti akan kita rapatkan kembali untuk mengambil langkah-langkah yang lebih komprehensif,” kata Luthfi.

 

Kedatangan gubernur di lokasi rob disambut haru warga. Sugiono, salah seorang warga, memeluk Ahmad Luthfi sambil menyampaikan harapan agar tanggul yang jebol segera diperbaiki, sehingga air rob tidak lagi menggenangi permukiman.

 

“Beberapa hari air tidak pernah surut karena tanggul jebol. Semoga dengan kunjungan gubernur dan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi warga kami,” ujar Sugiono.

 

Hal senada disampaikan Jumiah, warga yang rumahnya sempat dikunjungi Ahmad Luthfi. Ia mengaku rumahnya sempat terendam air hingga sekitar 50 sentimeter.

 

“Kemarin airnya lumayan tinggi. Terima kasih Pak Gubernur sudah mau berkunjung dan menengok kami,” katanya.

 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan penanganan darurat berjalan cepat, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko rob yang kerap melanda kawasan pesisir Tayu. (pra)