Home » Dari Kudus ke Pelosok Indonesia, Mendikdasmen Lepas Pengiriman 5,5 Juta Buku SD dan SMP
IMG-20260731-WA0027

Mendikdasmen Abdul Mu’ti melepas pengiriman 5.538.300 eksemplar buku bacaan ke pelosok Indonesia. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Kudus – Jutaan tumpukan kardus kardus berisi buku yang diangkut armada truk box, mulai meninggalkan Kabupaten Kudus Jawa Tengah menuju berbagai penjuru Indonesia di penghujung bulan Juli 2026.

 

Di dalam kardus itu bukan hanya berisi lembaran-lembaran bacaan saja. Melainkan juga harapan, agar semakin banyak anak memiliki kesempatan bertemu buku yang menarik, mudah dipahami dan mampu menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini.

 

Perjalanan jutaan buku ini menjadi penanda bahwa pemerataan akses bacaan terus diupayakan. Sebab ketika buku lebih mudah dijangkau, kesempatan anak-anak Indonesia untuk belajar, bermimpi dan membangun masa depan yang lebih baik pun semakin terbuka.

 

Mendikdasmen Abdul Muti bersama Bupati Kudus dan Dirut Pura Barutama foto bersama. (kanalmuria)

 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, melepas pengiriman 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu ke pelosok Indonesia. Beragam buku bacaan itu didistribusikan ke 18.444 SD dan 6.165 SMP di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.

 

Program prioritas Kemendikdasmen ini, menjadi upaya berkelanjutan memperluas akses bacaan berkualitas. Selain itu, memperkuat budaya literasi sebagai fondasi pendidikan bermutu untuk semua.

 

Baca Juga: Komdis PSSI Jateng Jatuhkan Sanksi Empat Pemain BJL Semarang dan USP di Piala Soeratin U-17

 

“Selamat atas capaian yang membanggakan, Pelepasan 5 Juta Buku untuk SD dan SMP untuk meningkatkan literasi anak-anak,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu’ti di halaman Pusaka Raya Kudus, Jumat (31/7/2026).

 

Dalam membangun generasi yang unggul di berbagai bidang, pihak Kemendikdasmen menempuh tiga langkah. Pertama, menumbuhkan kebiasaan membaca (book engagement). Kedua, membangun kecakapan membaca. Ketiga, menjaga ketercukupan bahan bacaan bermutu.

 

Sekolah penerima buku-buku ini, kata Abdul Muti, diprioritaskan adalah mereka yang berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025 masih berada di bawah kompetensi minimum pada aspek literasi.

 

“Serta belum memperoleh bantuan buku pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, buku hadir di sekolah yang paling membutuhkan dukungan penguatan literasi, ” terang Muti.

 

Buku yang dikirim terdiri atas buku bergambar untuk jenjang SD, serta komik dan novelet untuk SMP. Ragam bacaan ini, diharapkan membuat aktivitas membaca menjadi pengalaman yang dekat dengan keseharian anak. Serta mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca.

 

Hingga tahun 2026, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak Indonesia.

 

Upaya tersebut juga didukung hasil kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025, yang menunjukkan sekolah penerima bantuan buku mengalami peningkatan capaian literasi lebih baik dibandingkan sekolah pembanding.

 

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin menjelaskan, buku-buku tersebut tentu menjadi buku-buku yang telah dikurasi dinilai oleh pusat perbukuan, sehingga memiliki kualitas dan kuantitas yang baik.

 

“Kami harapkan tentu sebanyak 100 judul untuk Sekolah Dasar dan 100 judul untuk sekolah menengah pertama, di mana setiap Sekolah Dasar mendapatkan 200 eksemplar dan sekolah menengah pertama, dapatkan 300 eksemplar,” jelas Hafidz.

 

Buku-buku yang dikirimkan termasuk buku bacaan digital, buku audio, buku, video, dan buku braille yang disusun oleh Kemendikdasmen.

 

“Sehingga pendidikan bermutu untuk semua, tidak hanya menyasar anak-anak di sekolah dasar menengah yang formal saja. Namun juga anak-anak yang berkebutuhan khusus,” tambahnya.

 

Buku bacaan bermutu tersebut terdiri atas 3.688.800 buku bacaan jenjang SD, dan 1.849.500 buku bacaan jenjang SMP dengan besaran anggaran Rp40.657.715.000.

 

“Kami, atas nama kementerian berterima kasih kepada mitra kami Pura Barutama, yang telah melakukan pencetakan sesuai dengan jadwal kualitas yang telah ditentukan,” tuturnya.

 

Baca Juga: Trans Jateng Tambah Koridor Baru, Rute Jepara Kudus dan Pati Beroperasi 2028

 

Selain itu, Hafidz juga mengapresiasi kepada Mars Akbar Mandiri, yang melaksanakan pengiriman buku bacaan hingga pelosok tanah air.

 

Direktur Utama Pura Barutama, Bambang Handoko, mengaku bangga menjadi bagian dari upaya pemajuan literasi di Indonesia.
“Kehadiran bapak ibu sekalian menjadi kebanggaan dan pendorong semangat bagi kami terus menguatkan budaya literasi di Kabupaten Kudus, ” ujar Bambang.

 

Menurut Bambang, membaca adalah pondasi utama membangun sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

 

“Semoga semangat membaca ini dapat menular hingga ke pelosok, negeri sekolah-sekolah, dan ruang-ruang keluarga kita semua,” tutupnya. (pra)