Home » AI Makin Pintar, CEO Safin Pati: Generasi Muda Indonesia Jangan Kehilangan Karakter
IMG-20260818-WA0018

Pasukan pengibar bendera foto bersama usai upacara di Training Ground Safin Pati Sports School. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati– ‘Kehadiran AI makin pintar, namun jangan sampai manusianya kehilangan karakter’. Pesan tajam itu disampaikan Rafi Rizqullah Arifin, CEO Safin Pati Sports School, saat menjadi pembina upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

 

Agenda upacara peringatan detik detik Proklamasi Kemerdekaan RI bertempat di Training Ground Safin Pati Sports School, Pati, Senin (17/8/2026).

 

Di hadapan keluarga besar Yayasan Safin Bina Bangsa, guru, pelatih, staf, serta para siswa dan pemuda, Rafi mengingatkan bahwa tantangan generasi Indonesia saat ini telah berubah.

 

Rafi Rizqullah Arifin menjadi pembina upacara di Training Ground Safin Pati Sports School. (kanalmuria)

 

“Jika para pendahulu bangsa berjuang merebut kemerdekaan dengan keberanian dan pengorbanan, generasi sekarang menghadapi medan perjuangan baru di tengah derasnya teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan persaingan global,” ujar Rafi.

 

Menurut Rafi, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan dengan upacara dan seremoni setiap 17 Agustus.. Namun kemerdekaan harus diisi dengan kualitas diri, ilmu pengetahuan, prestasi, karya, persatuan, dan karakter.

 

“Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendahulu bangsa memperjuangkan Indonesia dengan keberanian, pengorbanan, persatuan, bahkan nyawa,” tutur Rafi.

 

Jajaran guru dan pelatih foto bersama upacara di Training Ground Safin Pati Sports School. (kanalmuria)

 

Menurut Rafi, generasi muda saat ini memang tidak lagi berhadapan dengan penjajahan seperti yang dialami para pejuang terdahulu. Namun, setiap zaman memiliki bentuk perjuangannya sendiri.

 

Dunia bergerak semakin cepat. Teknologi berkembang, AI berkembang, informasi datang tanpa henti dan persaingan semakin terbuka. Apa yang terjadi di belahan dunia lain dapat diketahui hanya dalam hitungan detik.

 

Di tengah perubahan tersebut, Rafi mengajak generasi muda mengajukan satu pertanyaan penting: apakah manusia juga ikut berkembang?

 

Rafi menegaskan, teknologi boleh semakin canggih. Namun manusia Indonesia tidak boleh kehilangan karakter, akal sehat, empati, integritas, dan jati diri.

 

Baca Juga: Safin Pati Bawa Pulang Gelar Dunia, Akbar Agil Saputra Terima Penghargaan di HUT Kemerdekaan

 

“Kecerdasan buatan dapat membantu kita mencari jawaban. Tetapi AI tidak dapat menggantikan kejujuran, keberanian, kerja keras, tanggung jawab, dan rasa cinta kepada bangsa,” tegasnya.

 

Karena itu, imbuh Rafi, generasi muda tidak boleh berhenti sebagai pengguna teknologi. Mereka harus mampu mengendalikan teknologi, menciptakan sesuatu dengan teknologi, dan menggunakannya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

 

Merdeka dan Bertanggung Jawab
Rafi juga mengingatkan para siswa Safin Pati Sports School dan mahasiswa Universitas Safin Pati, bahwa kemerdekaan bukan berarti bebas melakukan apa saja.

 

“Bagi pelajar, kemerdekaan berarti kesempatan untuk belajar. Bagi atlet, kemerdekaan berarti kesempatan untuk berlatih, berkompetisi, dan membawa nama Indonesia, ” tuturnya.

 

Sementara bagi guru dan pelatih di Safin Pati, kemerdekaan berarti kesempatan membentuk generasi berikutnya.

 

“Bagi kita semua, kemerdekaan berarti memiliki kesempatan untuk memberikan sesuatu kepada bangsa ini,” tukasnya.

 

Pesan Rafi tersebut dinilai relevan dengan lingkungan Safin Pati Sports School, yakni memadukan pendidikan dan olahraga sebagai bagian dari proses pembentukan generasi muda.

 

Rafi menegaskan, kemenangan tidak pernah lahir secara instan. Prestasi dibangun melalui disiplin, kegagalan, latihan berulang, kerja keras, dan keberanian untuk bangkit ketika jatuh.

 

Hal yang sama, lanjut Rafi, berlaku bagi sebuah bangsa. Indonesia yang kuat tidak hanya dibangun dengan gedung tinggi atau teknologi canggih. Bangsa yang kuat membutuhkan manusia-manusia yang memiliki karakter kuat.

 

Karena itu, Rafi mengajak para siswa dan atlet memiliki mental juara. Bukan sekadar mental untuk mengalahkan orang lain, tetapi mental untuk terus mengalahkan kelemahan diri sendiri.

 

Baca Juga: Tahun 2026 Bukan Lagi Masanya Tawuran, Pelajar Pati Ukir Prestasi di Futsal Dandim Cup

 

Ia juga mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari pertanyaan, “Apa yang bisa negara berikan kepada saya?”, menjadi pertanyaan yang lebih penting: “Apa yang bisa saya berikan kepada Indonesia?”

 

Dari Desa Menatap Masa Depan Indonesia

 

Training Ground Safin Pati Sports School, menurut Rafi, bukan sekadar tempat menempa kemampuan fisik dan teknik olahraga. Tempat tersebut juga menjadi ruang untuk membangun mental, disiplin, karakter, dan cita-cita generasi masa depan.

 

Ia meyakini, beberapa tahun mendatang dari lingkungan pendidikan dan olahraga dapat lahir atlet nasional, pengusaha, dokter, guru, ilmuwan, seniman, pemimpin, maupun orang-orang yang membawa perubahan bagi masyarakat.

 

Karena itu, setiap proses yang dijalani para siswa hari ini tidak boleh diremehkan.

 

Latihan yang melelahkan, kegagalan dalam pertandingan, pelajaran yang sulit, maupun keberanian mencoba sesuatu yang baru merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju kesuksesan.

 

“Mental juara bukan hanya tentang mengalahkan lawan. Mental juara adalah keberanian untuk mengalahkan kelemahan diri sendiri,” menjadi salah satu pesan kuat dalam amanat tersebut.

 

Memasuki 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Rafi menegaskan bahwa perjuangan bangsa belum selesai. Tugas generasi sekarang bukan lagi merebut kemerdekaan, melainkan mengisinya.

 

Kemerdekaan juga harus menjadi sikap hidup, bukan sekadar perayaan tahunan. Merdeka dalam berpikir. Merdeka dalam berkarya. Merdeka dari rasa malas. Merdeka dari ketakutan untuk mencoba. Dan merdeka untuk memberikan manfaat kepada sesama.

 

“Mari kita lanjutkan perjuangan para pendahulu bukan dengan mengangkat senjata, tetapi dengan mengangkat kualitas diri kita,” tegas Rafi.

 

Ia juga mengajak seluruh generasi muda menjaga Nusantara dengan persaudaraan, memajukan Nusantara melalui pendidikan, dan mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi.

 

“Teruslah bergerak. Teruslah belajar. Teruslah berkarya. Untuk keluarga. Untuk masyarakat. Untuk bangsa,” pesan Rafi.

 

Amanat tersebut ditutup dengan sebuah semangat yang menjadi penanda kuat peringatan HUT ke-81 RI di Training Ground Safin Pati Sports School: Dari Desa, untuk Nuswantara. Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. (pra)