
Pertunjukan budaya melibatkan 238 penari membawakan Tari Lajur Caping Kalo di Alun alun Kudus. (kanalmuria)
Kanalmuria.com Kudus — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kudus, Senin (17/8/2026), berlangsung khidmat sekaligus semarak. Selain perayaan kemerdekaan tahun ini, juga menghadirkan ekspresi budaya dan semangat inklusivitas.
Dan yang tak kalah penting, peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini juga ikut menggugah kepedulian sosial, melalui penggalangan donasi untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kudus digelar di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Agenda ini sebagai refleksi perjuangan para pahlawan.

Selain itu, sebagai pengingat bagi masyarakat untuk meneruskan perjuangan melalui kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Sam’ani Intakoris mengajak masyarakat, khususnya generasi muda meneruskan semangat perjuangan para pahlawan. Yakni dengan mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, peningkatan kemampuan, karya, dan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Perjuangan para pahlawan harus kita teruskan semangatnya. Kita siapkan generasi yang siap menerima estafet kepemimpinan menuju Generasi Emas 2045,” ujar Sam’ani mewakili pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: AI Makin Pintar, CEO Safin Pati: Generasi Muda Indonesia Jangan Kehilangan Karakter
Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui pertunjukan budaya yang melibatkan masyarakat secara luas. Lebih dari 238 penari tampil membawakan Tari Lajur Caping Kalo.
Penampilan tersebut semakin bermakna, karena turut melibatkan delapan pelajar penyandang disabilitas dari pelajar SLB Negeri Purwosari sebagai bagian dari pertunjukan.
Keterlibatan para pelajar penyandang disabilitas ini, menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan di Kudus tidak hanya menghadirkan hiburan saja. Namun juga menguatkan pesan tentang kesetaraan dan inklusivitas.
Semarak acara semakin terasa dengan penampilan pencak silat Pagar Nusa. Di tengah suasana pesta rakyat, Sam’ani juga mengajak masyarakat Kudus menunjukkan kepedulian kepada warga yang terdampak bencana gempa bumi di NTT.
Penggalangan donasi dilakukan melalui rangkaian pesta rakyat sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.
“Di NTT ada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana alam. Melalui pesta rakyat malam ini, mari kita bersama-sama mengumpulkan donasi sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas untuk membantu saudara kita di NTT,” ungkapnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kudus pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Semaraknya seni budaya dengan keterlibatan pelajar penyandang disabilitas dan aksi solidaritas benca, perayaan kemerdekaan memperkuat persatuan dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
Agenda upacara dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta tamu undangan. (pra)






