Home » Air Bersih Kian Langka di Pati, Dana Darurat Rp 250 Juta Masih Terkunci
IMG-20261001-WA0023

Distribusi air bersih ke masyarakat Pati terdampak kekeringan tetap berjalan. (kanalmuria)

Kanalmuria.com, Pati – Kemarau panjang mulai menguji ketahanan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pati. Krisis air bersih meluas, sementara anggaran Rp250 juta yang disiapkan Pemkab Pati melalui Belanja Tak Terduga (BTT) untuk menangani bencana kekeringan hingga kini belum juga cair.

 

Pemkab Pati sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana, sebagai langkah mempercepat penanganan kekeringan. Salah satu yang disiapkan dengan mengalokasikan anggaran BTT untuk mendukung distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, menyebut bahwa anggaran BTT sebesar kurang lebih Rp250 juta tersebut masih dalam proses pencairan.

 

Sejumlah kelompok masyarakat bergerak menyalurkan bantuan air bersih secara langsung. (kanalmuria)

 

“Untuk BTT, seperti yang kemarin sudah disampaikan Pak Plt Bupati Pati, kurang lebih Rp250 juta dikeluarkan untuk support kegiatan pemberian air bersih. Tetapi untuk BTT kita masih on process,” ucap Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya kepada wartawan.

 

Meski anggaran pemerintah belum cair, distribusi air bersih ke masyarakat terdampak kekeringan tetap berjalan. BPBD mengandalkan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) hingga kelompok masyarakat.

 

Baca Juga: Rp80 Ribuan per Bulan Dinilai Tak Layak, Tunjangan RT/RW Pati Diupayakan Naik

 

Salah satu bantuan dalam jumlah besar datang dari perbankan. Bank Daerah Kabupaten Pati sebelumnya telah membantu sekitar 100 truk tangki air bersih untuk didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

 

“Yang jumlahnya cukup besar saat ini ada bantuan sekitar 100 tangki dari Bank Daerah Kabupaten Pati. Kemudian baru on process juga dari Bank Jateng Cabang Pati. BPBD mendapatkan alokasi CSR sebesar Rp250 juta untuk kegiatan droping ini,” terang Martinus.

 

Dukungan tidak hanya datang dari kalangan perusahaan. Sejumlah kelompok masyarakat juga turut bergerak mengatasi dampak kekeringan. Mereka menyalurkan bantuan air bersih secara langsung maupun melalui lembaga kemanusiaan.

 

Martinus menyebut Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) menjadi salah satu kelompok yang telah memberikan bantuan. Selain itu, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) serta sejumlah kelompok masyarakat lainnya juga ikut ambil bagian.

 

“Demikian juga bantuan dari kelompok masyarakat peduli kekeringan, seperti misalnya dari PWRI, itu kemarin membantu kita,” tuturnya.

 

Baca Juga: KLB Asprov PSSI Jateng Bergolak, PSSI Pastikan Kongres Tetap Digelar di Semarang

 

Bantuan selanjutnya dari IPHI dan kelompok-kelompok yang lain yang disalurkan melalui kerja sama dengan PMI. Keterlibatan berbagai pihak menjadi penopang penting dalam menghadapi meluasnya krisis air bersih di Pati.

 

Bantuan tersebut dinilai sangat membantu warga yang harus memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah kemarau panjang. (pra)

1 thought on “Air Bersih Kian Langka di Pati, Dana Darurat Rp 250 Juta Masih Terkunci”

Comments are closed.